442 Kg Sampah Masuk Lagi ke Lokasi Adjahfuk

Sampah – sampah plastik di lokasi eko wisata, Adjahfuk Resource Pantai Hamadi saat dilakukan penimbangan usai dikumpulkan pada Sabtu (24/4). Meski sudah dibersihkan ternyata masih banyak sampah yang masuk dan ternsagkut di akar – akar pohon mangrove. (Gamel Cepos)

JAYAPURA –  Lokasi eko wisata mangrove yang berada di Pantai Hamadi, Adjahfuk Resource ternyata tak luput dari gempuran sampah yang masuk dari pemukiman di Kota Jayapura. Ini membuktikan jika masih banyak warga yang tak paham bagaimana tertib membuang sampah sehingga kawasan yang rapat dengan system pengakarannya ternyata masih bisa jebol dengan sampah.

Terbukti dari hasil grebek sampah yang dilakukan Sylva Papua bersama Mahasiswa Ottow Geissler  Papua  dimana didapati sebanyak 442 Kg sampah dari berbagai jenis. Kegiatan grebek sampah ini dilakukan untuk memperingati hari bumi 22 April lalu. “Kami mengajak teman – teman untuk lebih peduli, melihat kondisi disalah satu lokasi eko wisata dan ternyata masih banyak sampahnya,” kata salah satu dosen pendamping, Yohanis Huik usai kegiatan.

Padahal lokasi ini dikatakan sebelumnya sudah pernah dibersihkan namun ternyata sampah masih bisa masuk jauh ke dalam. “Kami juga bingung, sepertinya harus pakai pagar seperti bamboo,” tambahnya. Ronie Stanly dari Rumah Bakau menyampaikan bahwa banyaknya sampah plasti yang ditemukan di kawasan hutan mangrove menjadi hal konkrit kontribusi manusia sebagai mahluk hidup yang merusak lingkungan.

“Kita sering mengatakan untuk menjaga lingkungan tapi kalau botol plastic saja tidak tahu dimana tempat membuangnya ya sama saja,” singgungnya. Ia memahami jika sampah tak bisa hanya ditangani dari hilir tetapi persoalan hulu juga harus lebih dulu diedukasi. “Soal sampah – sampah ini kebanyakan pasti dari kota,” tutupnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *