Tak Menyesal Tidak Bermain di Luar Negeri

Boaz Solossa(Foto:Erik / Cepos)

Boaz Solossa

JAYAPURA – Kualitas Boaz Solossa di pentas sepak bola tanah air tak perlu diragukan lagi. Dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam tiga episode Liga Indonesia serta tiga kali merengkuh top skor, membuat sosok Boaz Solossa menjadi satu-satunya pemain domestik yang mampu bersaing dengan pemain asing dalam perburuan gelar individu.

Suksesi pemain kelahiran Sorong, Papua Barat itu juga dibarengi dengan empat thopy juara Liga Indonesia bersama klubnya, Persipura Jayapura. Memang pantas bila Boaz Solossa menyandang julukan “Bocah Ajaib”. Sebelum menitit karier profesionalnya bersama Persipura, bakat alamiah Boaz telah muncul saat menjadi top skor cabang olahraga Sepakbola pada PON XVI 2004 serta membawa Sepakbola Papua menjadi juara dalam event empat tahunan itu.

Berkat penampilannya bersama Persipura dalam 17 tahun, banyak pengamat sepak bola tanah air yang menilai jika bapa lima anak itu harusnya meniti karier di luar negeri bersama klub-klub top Asia bahkan Eropa.

Boaz yang kini berada di usia senja kariernya pun angkat bicara mengenai kesempatan emas yang ia lewatnya itu. Bagi Boaz, merantau di luar negeri memang menjadi impian setiap pesepakbola tanah air. Tapi Boaz mengaku tak sekalipun menyeseli telah melewatkan kesempatan bersamain di luar negeri.

Menurut Boaz, membantu Persipura berada di atas podium juara Liga Sepakbola Indonesia sebanyak empat kali merupakan prestasi terbaik yang pernah ia miliki dalam karier sepakbolanya.

“Banyak yang mengataan bahwa harusnya kaka Bochi bermain di luar negeri, apakah setelah di usia seperti ini (35) ada penyesalan? Semua sudah lewat, untuk apa disesali dan saya bisa bersama Persipura dengan juara 4 kali dan saya kira itu sudah cukup dan saya pikir bagian itu yang kini diambil oleh adik-adik kita seperti Todd Ferre,” ungkap Boaz kepada Cenderawasih Pos via telepon seluler, Jumat (23/4).

Boaz juga menceritakan, beberapa klub telah menawarkan kesempatan untuk bermain di luar negeri. Tapi Boaz kata Boaz, proses bermain di luar negeri beberapa musim lalu sangat sulit dan tak semudah saat ini. “Soal tawaran itu memang ada, namun saat itu sangat susah tidak seperti saat ini lebih gampang untuk kita bisa bermain di luar,” ujar Boaz.

Ia berharap, kedepan pesepakbola Papua harus berani mengambil kesempatan untuk bermain bersama klub luar negeri. Boaz menyebutkan jika pesepkabola Papua memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa bersaing dengan pemain di luar sana.

“Saya berharap jangan sampai di Todd saja, tapi mungkin bisa adik-adik lain juga bisa berkairer di luar negeri, karena mereka punya kualitas,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *