Sebanyak 22.000 Guru Harus Divaksin

Christian Sohilait ( Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Aktivitas belajar mengajar di Papua akan dilakukan pada Juni 2021 mendatang. Untuk itu Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, minta guru diprioritaskan vaksin terlebih dahulu.
Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait menjelaskan, rencana tatap muka akan dilakukan pada Juni 2021. Pihaknya harap vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidik dilakukan lebih awal.
“Kalau bisa guru harus diprioritaskan untuk vaksin lebih dulu, dengan demikian akan sangat membantu guru dan tenaga pendidik memulai tatap muka dengan para siswa di tengah pendemi Covid-19. Khusus di Papua terdapat 22.000 guru dan tenaga pendidik yang harus divaksin,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (23/4).
Diakuinya, dengan melakukan vaksinasi juga merupakan suatu upaya dalam menghindari penyebaran Covid-19 di dunia pendidikan, mengingat wabah Covid-19 masih menjadi kendala.
“Sampai dengan saat ini kami belum bisa memastikan berapa tenaga guru yang telah divaksinasi Covid-19. Selain itu para guru yang divaksin juga tidak dibagi berdasarkan sekolah yakni SD, SMP, SMA dan sederajat, sehingga kita belum dapat simpulkan guru SD,SMP, SMA berapa yang sudah divaksin dan yang belum divaksin,” terangnya.
Menurut Christian, sampai dengan saat ini dirinya baru menerima laporan dari 3 kabupaten dan 1 kota di Papua yang telah divaksin tenaga pendidik dan guru. Sementara untuk kabupaten lainnya belum dapat dipastikan karena belum ada laporan terperinci yang diterima olehnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *