Pelaksanaan Ibadah Tarawih Taati Prokes

Pemerintah Kota Jayapura melakukan acara buka puasa bersama pemimpin umat beragama di Kota Jayapura. Kegiatan ini dilakukan di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (23/4) kemarin, termasuk dihadiri Forkopimda Kota Jayapura. (Foto:gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura melakukan acara buka puasa bersama pemimpin umat beragama di Kota Jayapura. Kegiatan ini dilakukan di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (23/4) kemarin, termasuk dihadiri Forkopimda Kota Jayapura.
“Tahun ini, kami melaksanakan buka puasa bersama dengan Umat Muslim di Kota Jayapura. Maka, kami ingin silaturahmi dengan seluruh pemimpin umat beragama untuk buka puasa bersama Pemerintah Kota Jayapura,” terang Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., dalam sambutannya, Jumat (23/4) kemarin.
Wali Kota Mano menyebutkan, di puasa hari ke-11, di mana tinggal menyisakan 19 hari lagi bagi umat Muslim berpuasa di Bulan Suci Ramadan, sebelum akhirnya merayakan Idul Fitri, di tengah pandemi Covid 19, Pemkot Jayapura bersama Forkopimda telah mengambil keputusan bersama agar mengizinkan Sholat Tarawih selama bulan puasa dengan tetap ketat menerapkan protokol kesehatan.
“Saya minta MUI, Kemenag Kota Jayapura, serta Takmir Masjid di Kota Jayapura, kita sama-sama taati ini, di mana Wali Kota Jayapura bersama Forkopimda Kota Jayapura izinkan Salat Tarawih di Bulan Suci Ramadan dengan tetap menerapkan prokes yang ketat. Demikian, kami dari Satgas Covid 19 bersama Polresta Jayapura Kota tetap melakukan pemantauan,” jelasnya.
Wakapolres Jayapura Kota, AKBP Supraptono, menyebutkan pengamanan selama bulan puasa dalam kaitannya dengan protokol kesehatan khusus pelaksanaan Ibadah Salat Tarawih di setiap Masjid, Mushola, maupun surau yang melaksanaan Ibadah Sholat Tarawih tetap dalam pengawasan dan pengamanan dari pihak kepolisian bersama Satgas Covid 19 Kota Jayapura.
“Hingga saat ini, dalam pantauan, mayoritasnya memenuhi prokes, di mana mereka menjaga jarak, sebelum masuk ada fasilitas cuci tangan, sampai di gerbang tempat ibadah dilakukan pengukuran suhu, dan di tempat ibadah ada garis-garis yang telah diatur. Jadi jaga jarak tetap dilakukan,” terang AKBP Supraptono.
“Sampai saat ini, peribadatan Salat Tarawih masih dalam tahap aman terkendali sesuai prokes. Dengan ini, kami harapkan tetap dijaga, tidak boleh kendor prokes yang diterapkan, partisipasi aktif dari kita bersama untuk mencegah penularan Covid 19,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *