Telkomsel Luncurkan Layanan TEMS

Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi (kedua kiri) berbincang dengan pelanggan didampingi Executive Vice President Telkom Regional VII Kawasan Timur Indonesia (KTI) Aris Dwi Tjahjanto (kedua kanan) dan Branch Manager Telkomsel Makassar Muhammad Asrullah (paling kanan), Rabu (21/4). (Foto:Telkom For Cepos)

JAYAPURA-Sebagai perusahaan telekomunikasi terdepan di Indonesia. Telkomsel meluncurkan layanan Telkomsel Enterprise Mobile Security (TEMS) yang menghadirkan dua solusi keamanan, untuk memastikan pelanggannya untuk terhindar dari ancaman siber yang terus berkembang. Kedua solusi tersebut meliputi TEMS Mobile Endpoint Protection dan TEMS Mobile Apps Protection.
Keduanya adalah solusi keamanan siber berbasis cloud terbaru Telkomsel yang bekerja sama dengan Lookout.
TEMS Mobile Endpoint Protection dan TEMS Mobile App Protection memungkinkan perusahaan untuk melindungi ponsel, tablet, hingga Chromebook karyawan, sekaligus mengamankan aplikasi yang digunakan pelanggannya. Solusi tersebut didukung oleh Lookout Security Graph yang mampu menganalisis data lebih dari 200 juta perangkat, 142 juta aplikasi, dan 4 juta alamat web setiap hari.
Dengan teknologi machine intelligence, Lookout mampu mengamankan pengguna dari ancaman berupa phishing serta ancaman lainnya pada perangkat, aplikasi dan jaringan, dengan tetap mengutamakan privasi.
Platform berbasis cloud ini pun dapat secara otomatis mendeteksi ancaman yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
SVP Enterprise Account Management Telkomsel Dharma Simorangkir mengatakan, Telkomsel sebagai leading digital telco company berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang customer-centric bagi pelanggan di seluruh Indonesia, baik B2B maupun B2C.
”Kini melalui kolaborasi dengan Lookout, kami mewujudkan komitmen tersebut dengan meluncurkan Telkomsel Enterprise Mobile Security yang memberi keamanan maksimal bagi pelanggan Enterprise. Dengan sistem keamanan yang lebih terjamin, perusahaan bisa terus fokus meningkatkan produktivitasnya, tanpa perlu mengkhawatirkan perlindungan terhadap aplikasi dan data.(dil/ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *