Lagi, Dana Desa dan DAU Terpotong 8 Persen

Wabup Marthin Yogobi, SH, MHum saat disambut masyarakat dalam acara peringatan masuknya Injil di Jayawijaya, beberapa hari lalu. Wabup menyatakan tahun ini anggaran Dana Desa dan DAU kembali terpotong. (FOTO:Denny/ Cepos)

Kebijakan Pusat Untuk Vaksinasi Covid-19

WAMENA-Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, MHum mengungkapkan bahwa alokasi dana desa dan Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Jayawijaya tahun 2021 ini sementara terpotong lagi 8 persen. Pemotongan ini, lanjut Wabup, merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam rangka vaksinasi Covid -19 yang berlaku untuk seluruh Indonesia.
“Pelaksanaan vaksinasi ini menuntut pemotongan anggaran baik dari dana desa maupun dari APBD dalam hal ini anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dimana ada perintah untuk melakukan pemotongan 8 persen,” ungkap Wabup, Jumat (23/4) kemarin.
Menurut Wabup, vaksinasi ini dibiayai dari sumber DAU dan Dana Desa seluruh Indonesia. Khusus untuk pemotongan dana desa 8 persen itu tergantung dari berapa besar anggaran yang diterima oleh kampung itu selama setahun itu berapa, dari jumlah itu akan dipotong 8 persen setiap kampung karena jumlah dana desa yang diterima tiap kampung itu tidak sama dalam setahun.
“Kami sendiri belum bisa memastikan berapa besar anggaran dari 328 Kampung yang terpotong 8 persen, sebab setiap tahun yang diterima kampung itu berbeda -beda dan tidak semuanya sama,”jelasnya
Marthin Yogobi juga menyampaikan sama halnya dengan APBD Pemda Jayawijaya dari mata anggaran DAU sekitar Rp 600 Miliar kalau dipotong 8 persen maka sekitar Rp 56 Miliar yang harus dipotong ke pemerintah pusat untuk membiayani vaksinasi yang masih terus dilakukan di seluruh Indonesia termasuk juga Jayawijaya.
“Anggaran ini (yang terpotong.red) sebenarnya masih dibutuhkan untuk pelayanan di daerah, namun karena sudah ada kebijakan pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah tak bisa berbuat banyak,” tuturnya.
Wakil Bupati Jayawijaya juga menyatakan sejauh ini belum ada yang mengganggu program yang telah ditetapkan. Sebab, pemotongan anggaran yang dilakukan ini tidak hanya ditahun ini saja, tetapi sudah dari tahun lalu awal Covid-19 mulai merambat ke seluruh wilayah Indonesia sehingga pemerintah daerah sudah melakukan berbagai perubahan.
“Kita sudah rancang APBD, sehingga dengan anggaran yang ada bisa kita maksimalkan pembangunan di daerah untuk masyarakat Jayawijaya,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *