Slank Dukung Upaya Perlindungan Hutan di Papua

Sejumlah anak anak muda penggiat lingkungan di Jayapura mengenakan masker oksigen sambil berdiri berjejer di Jembatan Yotefa Jayapura belum lama ini. Mereka menunjukkan sikap keprihatinan mereka terhadap perubahan iklim akibat banyaknya perambahan hutan dan kebijakan yang belum menyelamatkan. ( FOTO: Foto Hari Bumi)

JAYAPURA – Moment hari bumi banyak disikapi oleh NGO nasional maupun Papua dengan melakukan berbagai kegiatan. Tak hanya virtual tetapi ada juga yang melakukan dengan kegiatan di lapangan. Salah satu yang menarik adalah yang digelar Yayasan Eco Nusa yang menghadirkan grub Band Slank untuk ikut mengkampanyekan soal hutan Papua maupun Maluku. Untuk Papua sendiri isu yang diangkat adalah bagaimana ikut terlibat dalam penyelamatan Burung Cenderawasih.

Slank bahkan mengeluarkan album baru berjudul Seleksi Alam dimana video klip Seleksi Alam merupakan hasil kolaborasi Slank dan Yayasan EcoNusa untuk pelestarian hutan hujan tropis di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku melalui kampanye Defending Paradise. “Slank sebagai salah satu band di Indonesia yang kerap menunjukkan rasa cintanya terhadap bumi lewat lagu-lagunya, kali ini merilis lagu dan mengajak kita untuk melakukan refleksi,” kata Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa dalam rilisnya, Kamis (22/4). Lagu ciptaan Bimbim ini merupakan teguran kepada banyak orang yang melihat tapi tidak mengamati banyak tanda-tanda seleksi alam yang lewat dan tidak kita sadari. “Alam akan baik seandainya manusia juga baik kepada alam,” ujar Bimbim dalam rilis tersebut.

Defending Paradise merupakan kampanye Yayasan EcoNusa yang dilakukan untuk menjaga harmoni alam di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku. Karena kehilangan hutan di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku tak hanya mengancam keberadaan cenderawasih sebagai satwa dilindungi dan identitas budaya masyarakat setempat, melainkan juga mengancam keberlangsungan seluruh rantai kehidupan dalam ekosistem serta kehidupan masyarakat adat dan budaya warisan turun temurun.

Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa menyatakan bahwa kolaborasi dalam video klip Seleksi Alam ini merupakan upaya untuk mengajak publik berpihak terhadap kelestarian hutan di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku. “Musik merupakan bahasa universal yang bisa diterima di semua kalangan masyarakat, sehingga video klip Seleksi Alam diharapkan dapat menyentuh masyarakat luas dan menyampaikan pesan penting dari hutan di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku,” imbuhnya.

Hanya dikatakan manusia terkadang lupa bahwa bumi memberikam segalanya. Tempat tinggal, udara, makanan, air dan seluruh elemen kehidupan lainnya. Tanah Papua dan Kepulauan Maluku merupakan gugusan hutan tropis terbesar di Indonesia yang berkontribusi menjaga iklim dan mendukung kehidupan, terutama bagi masyarakat adat yang hidup di sekitarnya. “Memperingati Hari Bumi, saatnya kita berkontribusi bagi perubahan bumi yang lebih baik. Ditemani lagu Seleksi Alam, mari kita resapi kehadiran alam, dan seisinya,” tutup pria asal Sentani ini. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *