Pemkot Akan Kontrol Ketersediaan Bapok dan Stabilitas Harga

Ketua TPID Kota Jayapura, Wali Kota Jayapura, Dr.  Benhur Tomi Mano, MM., Wakil Ketua TPID Kota Jayapura, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM., berbincang dengan pedagang di Pasar Hamadi dalam Operasi Pasar TPID Kota Jayapura, Kamis (22/4) kemarin. (FOTO: gratianus silas/cepos)

Kecuali Cabai, Stok dan Harga Bapok Relatif Stabil

JAYAPURA- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jayapura melakukan operasi pasar, Kamis (22/4) kemarin, dalam memastikan 4k, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif di pasar tradisional maupun pasar modern.

Ketua TPID Kota Jayapura, Wali Kota Jayapura, Dr.  Benhur Tomi Mano, MM., memimpin operasi pasar yang dilakukan dengan didampingi Wakil Ketua TPID Kota Jayapura, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM., dan sejumlah instansi teknis terkait lainnya, termasuk jajaran kepala OPD Pemkot Jayapura.

Operasi pasar ini dilakukan di tiga titik, yakni Pasar Hamadi, Gudang Bulog Divre Papua – Papua Barat di Tasangka, dan Hypermart Mall Jayapura. Dalam keterangan pers usai operasi pasar dilakukan, Wakil Ketua TPID Kota Jayapura, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga, menyebutkan seluruh kebutuhan pokok, baik harga dan ketersediaan, relatif stabil, seperti telur, daging ayam, dan bawang merah, bawang putih.

“Yang jadi persoalan adalah komoditas cabai merah keriting dan cabai rawit merah. Makanya kami telah melakukan upaya untuk membangun kerja sama antar daerah, mendatang stok cabai dari daerah sentra, baik Sulawesi Selatan maupun Jawa Timur. Kita lakukan itu untuk stabilkan harga di Kota Jayapura,” terang Naek Tigor Sinaga, Kamis (22/4) kemarin.

Kata Sinaga, dalam tiga bulan belakangan, Januari – Maret, inflasi meningkat yang disebabkan dua komoditas utama, yakni cabai rawit dan ikan ekor kuning.

“Februari – Maret memang harus kita akui iklim kita yang kurang bersahabat dengan gelombang laut dan curah hujan yang tinggi, sehingga nelayan sulit melakukan penangkapan, serta komoditas holtikultura, tertuma cabai rawit yang biasanya terpenuhi dari pasar lokal di Keerom, mengalami kebusukan dan mengakibatkan tekanan harga yang luar biasa,” katanya.

Namun, berbagai upaya dilakukan untuk menekan inflasi. “Tidak menutup kemungkinan, operasi pasar juga dilakukan berbagai instansi, seperti BUMN, perbankan, dan instansi lainnya, bisa membantu masyarakat dengan membuat paket sembako murah, tentunya dengan prokes yang ketat,” tambahnya.

Dengan upaya seperti ini, stabilisasi harga dapat dilakukan dalam memenuhi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Ketua TPID Kota Jayapura, Wali Kota Jayapura, Dr.  Benhur Tomi Mano, MM., menambahkan, stok beras di Gudang Bulog khusus di Kota Jayapura di masa raya Bulan Suci Ramadan dan menyambut Idul Fitri masih cukup.

“Bahkan stok beras di kota cukup sampai 4 bulan ke depan dan harganya terkontrol dengan baik, dalam hal ini harga pemerintah maupun harga pasar di Kota Jayapura. Stok beras yang tersedia ini berasal dari Merauke dan Sulawesi Selatan,” ujar Dr.  Benhur Tomi Mano, MM.

Wali Kota juga  meminta pasar modern dan tradisional untuk dapat mengontrol harga bagi konsumen. Jangan sampai tiga hari menjelang Idul Fitri, harga bahan pokok malah dinaikan dengan signifikan.

“Kepada distributor barang juga, jangan menimbun. Kami akan bekerja sama dengan Satgas Pangan Polresta Jayapura Kota untuk melakukan operasi. Pemerintah akan terus mengontrol ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga, terlebih di tengah pandemi Covid 19,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *