Divonis 12 Tahun Penjara, 1 Anggota KKB Jalani Kasus Baru

Pelimpahan pelaku OW yang merupakan anggota KKB ke Kejari Jayawijaya untuk melakukan persidangan perkara kasus penyerangan di Lanny Jaya  usai ia divonis 12 tahun penjara dari kasus penyerangan di Nabire. (FOTO:Denny/Cepos)

WAMENA-Usai divonis  hukuman 12 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jayapura atas aksi penyerangan yang dilakukan terdakwa OW terhadap anggota kepolisian di wilayah Kabupaten  Nabire tahun 2013, namun OW kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Wamena dalam perkara penyerangan anggota kepolisian di Kabupaten Lanny Jaya tahun 2014.

  Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayawijaya DR. Andre Abraham, SH, LLM mengakui saat ini pihaknya penerima terdakwa OW dalam perkara penyerangan anggota Kepolisian di Kabupaten Lanny Jaya pada tahun 2014 lalu. Yang bersangkutan ini telah diserahkan ke Kejati Papua, namun karena lokus kejadian berada di wilayah hukum Kejari Jayawijaya sehingga dilimpahkan ke Jayawijaya.

  “Yang kita tangani adalah kejadian penyerangan yang dilakukan OW di Kabupaten Lanny Jaya 2014 lalu, dimana dari penyerangan tersebut dua anggota kepolisian meninggal dunia usai tertembak dan OW merupakan salah satu pelaku yang melakukan penyerangan di Wilayah Nabire,” ungkapnya Kamis (22/4) kemarin.

  Menurutnya, sebelumnya OW juga sudah menjalani persidangan di pengadilan Negeri Jayapura secara online, dalam perkara penyerangan yang dilakukan di wilayah Kabupaten Nabire kepada anggota Kepolisian pada Tahun 2013 bersama kelompok Goliat Tabuni  sehingga ia telah disidang dan diputus 12 tahun penjara.

  “Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani hukuman dari perkara penyerangan Nabire, namun ia juga harus mengikuti proses hukum dari perkara yang terjadi di Kabupaten Lanny Jaya saat ini yang ditangani Kejari Jayawijaya dan rencananya akan dilimpahkan ke pengadilan minggu depan,”jelasnya

   Untuk kasus di Lanny Jaya, lanjut Kajari, OW tergabung dalam Kelompok Purom Wenda merupakan perkara dari Polda Papua diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Papua, dari Kejati dilimpahkan kepada Kejari Jayawijaya.”Jadi sidangnya di Jayawijaya, tetapi ini perkara Polda Papua, sehingga ada jaksa dari Kejati Papua yang menyerahkan kepada Kasipidum Kejari Jayawijaya,”kata Andre Abraham.

  OW tertangkap pada 31 Mei 2020 di Ilaga Kabupaten Puncak dan langsung dibawa ke Polda Papua di Jayapura untuk dilakukan proses hukum. “Untuk perkara ini sama,  di Nabire dan di Lanny Jaya sama -sama melakukan penyerangan kepada anggota Kepolisian yang menyebabkan adanya korban jiwa,” jelasnya.

  Pasal yang disangkakan kepada OW yakni 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup penjara sampai dengan hukuman mati, namun saat ini yang bersangkutan juga masih dalam status terpidana dari perkara yang sama dilakukan di Kabupaten Nabire. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *