Guru Honorer Ditemukan Meninggal di Rumahnya

Polisi ketika mengevakuasi mayat guru honorer dari rumahnya di BTN Pemda Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu Senin, (19/4) malam. ( FOTO: Dok polisi)

Kondisinya Sudah Mulai Membusuk

SENTANI-Penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki di kompleks BTN Pemda Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu , Kabupaten Jayapura. Senin, (19/4) malam, menggegerkan warga sekitar.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)  yang dilakukan oleh polisi diketahui mayat laki-laki tersebut bernama Jhonly Y. Yaung (55), yang juga merupakan guru honorer di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sentani.

Jenazah guru tersebut diketahui sudah tak bernyawa oleh salah seorang saksi Jordan Yaku (21), di mana saat itu saksi yang mengecek langsung dan melihat korban dalam keadaan tertidur dan tergeletak di rumahnya. Pada saat bersamaan, saksi juga mencium bau tidak sedap dari dalam rumahnya yang berada di Kompleks BTN Pemda Doyo Baru.

Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon  saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penemuan mayat tersebut. “Tadi malam berdasarkan laporan yang anggota terima terkait penemuan mayat di BTN Pemda, sehingga langsung  dilakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RS. Bhayangkara guna dilakukan otopsi,” ujarnya.

Lanjut dia, berdasarkan keterangan para saksi, korban diketahui pertama kali oleh salah seorang saksi Jordan Yaku (21), di mana saat itu, saksi ini disuruh saksi lain Ibu Marta Yaung yang juga merupakan saudaranya  melalui sambungan telepon, untuk mengecek korban langsung ke rumahnya, dikarenakan korban tidak mengangkat telepon berulang kali dari saudaranya tersebut.  Awalnya saksi Jordan Yaku melihat kondisi pagar rumah dalam keadaan terkunci sehingga saksi langsung melompati pagar, masuk ke dalam lingkungan rumah dan melihat korban dalam posisi tertidur, kemudian mencium bau tidak sedap.

Belum diketahui penyebab kematian korban, masih menunggu hasil otopsi dari pihak RS Bhayangkara, namun berdasarkan keterangan dari pihak keluarga bahwa almarhum mempunyai riwayat penyakit jantung dan dalam keadaan sakit serta sering tinggal sendiri di dalam rumah. “Korban tinggal bersama istrinya, namun karena kesibukan sebagai guru juga di sekolah SD Inpres yang ada di Distrik Depapre,”pungkas Kapolres.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *