Minta Presiden Untuk Pembangun Lapangan Terbang Yawe dan TOL Laut Masuk ke Nduga

Bupati dan rombongan dari kantor Sekretariat Presiden ( KSP) dan kementrian Perhumbungan saat berkunjung di Pelabuhan Pomako Timika untuk melihat Kapal apa yang bisa masuk di Kabupaten Nduga dan bebincabg bincang dengan Kepala Pelabuhan Komako.

Bupati Nduga Ajak Staf KSP  Deputi V  dan Kementrian Perhubungan Turun Langsung ke Kabupaten Nduga

KENEYAM-  Bupati Kabupaten Nduga Wentius Nimuangge tidak mau ketinggalan dalam percepatan pembangunan di daerahnya. Hal ini terlihat dari semangatnya yang besar membangun daerahnya dengan melihat peluang dan potensi daerah  yang bisa dikembangkan dan sejalan dengan program Nasional yakni TOL udara dan TOL Laut yang dicanangkan presiden Joko Widodo.

Dimana, Bupati sangat antusias ingin mendaratkan pesawat berbadan besar jenis ATR di Nduga melalui pembangunan lapangan terbang dan bandara , dan juga program Tol laut yang juga dimungkinkan untuk wilayah Kabupaen Nduga.

Sebagaimana diketahui, layanan Publik angkutan barang di Laut (Tol Laut) tahun 2021 terus berkembang dengan terobosan-terobosan baru yang mengkombinasikan elemen-elemen utama seperti kapal dan jaringan trayek dan pelabuhan, termasuk elemen pendukung seperti optimalisasi jalur lintasan pada alur sungai dan danau di wilayah pesisir dan pegunungan, seperti halnya saat ini di Kabupaten Nduga.

Dalam rangka implementasi Inpres Nomor 9 tahum 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat, salah satu program prioritas di Papua adalah pengembangan jaringan Tol Laut di wilayah-wilayah 3TP di seluruh wilayah Papua.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Jayapura (KSOP Kelas II Jayapura), Taher Laitupa melakukan Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan Tol Laut pada Trayek T-26 yang telah melayani beberapa daerah yang masih terisolir di Provinsi Papua seperti di pelabuhan Atsy Agats, Sawaerma, Mumugu dan Batas Batu Kabupaten Nduga.

Dari karakteristik kewilayahan pegunungan tengah, yang menjadi salah satu fokus penyelenggaraan Tol Laut adalah pelayanan distribusi logistik yang terjadwal dan teratur di Kabupaten Nduga.

Sebagai salah satu Kabupaten yang berbatasan langsung dengan beberapa daerah di pegunungan tengah seperti Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Puncak dan Kabupaten Tolikara.

Tahun 2021 ini Kementerian Perhubungan terus mengoptimalkan, mensosialisasi dan menginformasikan Tol Laut yang menjadi Program Pemerintah Pusat kepada seluruh komponen Pemerintah Daerah dan masyarakat.

Masyarakat Nduga menyerahkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo yang diterima Langsung oleh staf Kantor Presiden Laos Cahlvin Rumayaom di Batas Batu, tempat dibangunnya Lapangan terbang baru Yawe di Kabupaten Nduga.

Demi mewujudkan hal tersebut,  Kamis 15 April 2021 bersama Bupati Nduga, Wentius Nimiangge dan Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Kantor Staf Presiden, Laus D.C Rumayom, KSOP Kelas II Jayapura sebagai Korwil UPT Perhubungan Laut di Papua melakukan Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Tol Laut, salah satunya adalah pada T-26, di Pelabuhan Mumugu dan Pelabuhan Batas Batu Kabupaten Nduga.

Dengan tingkat kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi tentu di butuhkan pasokan logistik yang terjadwal dan teratur secara baik dan lancar dengan penggunaan kapal REDE yang dapat menjangkau perairan sungai di wilayah pegunungan tengah ini, hal ini menuntut dalam waktu dekat  penyelenggaraan Tol Laut harus dapat dilaksanakan, demikian penjelasan Kepala KSOP Kelas II Jayapura, Taher Laiutupa.

Untuk pertama kalinya Kedeputian V, Kantor Staf Presiden, Laus D.C Rumayom bersama Kementerian Perhubungan melalui Kepala KSOP Jayapura Taher Laitupa dan Kasie Lala & Usaha Pelabuhan Willem Thobias Fofid, dan didampingi Bupati Nduga Wentius Nimiangge serta Ketua Lembaga Masyarakat Adat Nduga Jhon Beon mendarat di lokasi persiapan pembangunan bandara Internasional Yawe Airport di Distrik Batas Batu, setelah sekian lama wilayah ini dilanda konflik, selanjutnya melaksanakan dialog dengar pendapat dan menerima asprirasi tokoh adat dan tokoh agama Nduga, yaitu:

  1. Masyarakat sangat membutuhkan kehadiran negara dalam wujud pembangunan yang nyata dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan infrastruktur dasar.
  2. Kebutuhan akan layanan distribusi logistik dan transportasi pelabuhan dan bandara serta konektivitas multimoda.
  3. Akses jalan darat yang dapat menghubungkan jalur lintasan Mumugu Satu – Kenyam, kemudian Kenyam – Mbua kemudian Kenyam – Iniye serta Kenyem – Gearek termasuk dari akses yang menghubungkan Nduga – Yahukimo.
  4. Restelmen 50000 rumah untuk pengungsian
  5. Layanan air bersih, listrik dan jaringan komunikasi (internet)
  6. Pemulihan Trauma Healing masyarakat Nduga dan membangun rekonsiliasi serta pemulangan pengungsi kembali ke kampung halaman.
  7. Pemberdayaan dan keterlibatan SDM Putra Daerah Nduga sebagai pelaku kontruksi serta dukungan peralatan berat dalam melaksanakan pembangunan, sehingga keterlibatan putra daerah asli sebagai upaya dalam resolusi konflik Nduga.
  8. Pemekaran 500 kampung untuk mendukung pengembangan distrik.

 

Selain itu aspirasi suara perempuan Nduga:

  1. Mama-Mama Nduga masih menunggu realisasi pembangunan pasar untuk aktivitas ekonomi saat kunjungan Presiden tahun 2014 lalu.
  2. Dukungan pelayanan kesehatan untuk Ibu dan Anak.

Dalam kesempatan yang sama, dengan masuknya kapal Tol Laut dan penyelenggaraan multimoda di Nduga tentu akan meningkatkan usaha-usaha jasa terkait di pelabuhan dalam ekosistem Tol Laut dan menjadikan Nduga Pintu masuk selatan untuk wilayah Pengunungan Tengah (Lapago), tutur Willem Thobias Fofid, Kasie Lala dan Usaha Pelabuhan KSOP Kelas II Jayapura.

Kabupaten Nduga saat ini dibutuhkan gerak cepat negara hadir untuk merubah wajah konflik menjadi pembangunan yang merata dan berkeadilan sesuai harapan Presiden Jokowi, jelas Laus D.C Rumayom, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia.

 

 

Bupati Nduga melihat adanya memiliki potensi daerah untuk masuk dalam program Tol Laut maka Bupati Nduga langsung membawa pihak-pihak terkait ke Nduga yakni dari KSP ( Kantor Skretariat Presiden) dan pihak Kementrian Perhumbungan Willem untuk Melihat potensi dan kondisi di lapangan agar lebih dekat dapat memastikan peluang Kabupaten Nduga bisa masuk dalam program Tol Laut dan membangun bandara ( Tol udara),

Pihak yang diundang tersebut hadir langsung di Nduga menggunakan helicopter melalui Timika.

Dalam kunjungan Itu juga, hadir pula Ketua LMA Nduga dan tokoh Intelektual Denas,Gwijangge.

 

Kunjungan perwakilan pemerintah pusat dari KSP dan kementrian Perhubungan di Nduga  ini disambut dengan sukacita  oleh masyarakat dengan harapan, Prsiden Jokowi melalui  Kementrian Perhubungan dapat mewujudkan adanya jalur Kapal melewati jalur Tol Laut masuk ke Nduga yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, Juga adanya harapan dari masyarakat untuk pembangunan bandara untuk pesawat berbadan besar  untuk membuka akses udara di Kabupaten Nduga

Tenaga Ahli Deputi V KSP Laos Kalvin Rumayom  menjelaskan Selama ini dari kacamata orang dari luar menilai Kabupaten Nduga tidak aman dan selalu ada masalah.” Terutama informasi yang diperoleh dari media sosial dengan sumber tidak benar dan saya datang keisni ( Nduga) memastikan keamanan disini, ternyata Nduga aman-aman saja, maka mari kita hilangkan image Nduga tidak aman dan kita jadi satu hati membangun Nduga dengan baik dan benar. Masa depan Nduga harus ditentukan dari sekarang. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan Lagi, mari kita membangun Nduga dengan penuh kasih,” ujarnya

Dirinya berjanji, dari hasil kunjungan tersebut akan dilaporkan kepada kepala staf presiden.” Bupati Nduga dalam waktu dekat akan diundang ke Istana untuk lakukan pemaparan pembangunan mana yang harus pemerintah pusat membangun untuk Nduga,” jelasnya.

 

Masyarakat Kabupaten Nduga tagih Janji Presiden Saat Berkunjung ke Kabupaten Nduga

Sementara itu, Masyarakat Kabupaten Nduga  dari 36 Distrik dan 244 Kampung menagih janji Presiden Jokowi saat berkunjung ke di Kabupaten Nduga beberapa waktu lalu.

Presiden sudah pernah berjanji untuk membangun Pasar mama-mama di Nduga, dan membangun bandara serta pelabuhan, maka saat Staf Khusus Presiden  dari deputi V Laos Rumayom dan Staf Kementrian Perhumbungan datang  berkunjung di Kabupaten Nduga, masyarakat spontan menyampaikan hal tersebut. “ Bapak Presiden Jokowi datang di Nduga sudah janji bangun Bandara, lapangan terbang, pelabuhan dan jalan beraspal di Wilayah Kota Keneyam, namun hari ini kita belum itu semua, sehingga masyarakat tanya kepada bapak presiden untuk membangun apa yang dijanjikan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Nduga membacakan surat terbuka kepada Presiden Jokowi yang kemudian diserahkan kepada Staf KSP deputi V Laos Calvin Romayom di Batas Batu, tempat dimana akan dibangun lapangan terbang di Nduga.

“ Kami masyarakat Nduga juga Warga Negara Republik Indonesia yang punya hak yang sama untuk mendapat perhatian di berbagai bidang pembangunan, maka kami minta presiden segera menjawab janji yang pernah disampaikan, “ ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Nduga Wentius Nimiangge, menjelaskan, atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Nduga menyambut kehadiran staf dari KSP dan Kementrian Perhumbungan di Kabupaten Nduga.” Kedatangan  kedua utusan ini membawa kabar baik untuk Ndugama dan Tuhan utus kedua hamba di Tanah Nduga ini untuk menghapus air mata orang Nduga,” ujar Bupati.

Disampaikan, yang paling utama masyarakat Nduga butuhkan adalah Bandar Udara yang bisa didarati pesawat berbadan besar dan adanya Kapal masuk melalui Jalan Tol Laut ke Nduga, sebab  Kabupaten Nduga memiliki sungai dan pelabuhan di Batas Batu.” Kami juga membutuhkan perumahan 50 ribu rumah untuk masyarakat Nduga yang mengungsi. Sebagian ada ada di  Kabupaten Tetangga seperti Lanijaya, Wamena dan Timika, agar mereka bisa kembali di Kampung masing masing, “ terang bupati.

Menerima aspirasi dan penyampaian bupati dan masyarakat, Laos Rumayom dari KSP menjelaskan bahwa kehadiran mereka di Kabupaten Nduga tujuannya untuk melihat bandara dan pelabuhan  sungai disana, agar dimungkinkan adanya Kapal Tol laut masuk ke Kabupaten Nduga guna menjawab  pembangunan dan kesejahtraan masyarakat dari sisi Ekonomi,”  Kami juga datang guna memastikan bahwa Nduga aman atau tidak, dan setelah disini, tenyata Nduga paling aman. Selama ini  hanya isu-isu dari sumber tidak jelas yang mnyampaikan melalui media social bahwa Nduga tidak aman,” jelasnya.

Rute Rombongan Bupati dan Staf Ahli Madya dari Deputi V Kepresiden, dan kementrian Perhumbungan dari Jayapura Kamis (15/4) Tiba di Timika dan Pada Jumat (16/4) Jam 9 terbang menggunakan Helicopter  berkapasitas Enam orang  menuju ke Nduga, Tiba di Kota Keneyam dan mendarat di Batas Batu dimana Lokasi pelabuhan dan bandara yang sementara ini dikerjakan. Disana tinjauan dan doalog bersama masyarakat selama kuranglebih 2 jam, kemudian rombongan kembali ke  Timika. (luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *