Melawan, Tersangka Pembunuhan Ditembak

Kapolres Merauke AKBP Ir Untung Sangaji, M.Hum didampingi Wakapolres Merauke Kompol Leonardo Yoga, SIK dan Kabag Ops AKP Micha Toding Potty, SIK, SH, saat menggelar jumlah pers, terkait penangkapan tersangka utama penganiayaan yang berakibat meninggalnya bocah 5 tahun di Jalan Husen Palela, di Mapolres Merauke, Sabtu (17/4). (Foto:Humas for cepos)

MERAUKE- Setelah melalui penyelidikan dan pencarian selama kurang lebih 1 bulan, tersangka utama pembunuhan terhadap bocah 5 tahun di Jalan Husen Palela, Sabtu 20 Maret 2021 lalu,akhirnya ditangkap.
Tersangka berinisial RT (18) tersebut berhasil ditangkap oleh Tim Khusus Rajawali Polres Merauke bersama petugas Polsek Jagebob di Jagebob 10 Merauke, Jumat (16/4) sekitar pukul 09.00 WIT. Namun saat penangkapan tersebut, tersangka berusaha melawan petugas sehingga dihadiah timah panas atau ditembak pada bagian betis kiri dan betis kanan.
Kapolres Merauke AKBP Ir Untung Sangaji, M.Hum didampingi Wakapolres Merauke Kompol Leonardo Yoga, SIK dan Kabag Ops AKP Micha Toding Potty, SIK, SH, saat menggelar jumlah pers, Sabtu (17/4) meminta maaf kepada masyarakat karena baru bisa menangkap dua tersangka penganiayaan yang berakibat meninggalnya bocah laki-laki berumur 5 tahun tersebut.
Untuk diketahui bahwa kasus penganiayaan ini terjadi pada hari Sabtu malam 20 Maret 2021 di Jalan Husein Palela sekitar pukul 20.30 WIT dengan korban bocah 5 tahun meninggal dunia setelah sempat beberapa jam dirawat di rumah sakit.
Kapolres menjelaskan bahwa tersangka melakukan tindakan kejahatan tersebut dalam keadaan sadar dan tidak terpengaruh minuman beralkohol. Tersangka RT (18) melakukan aksinya dengan cara menghadang korban kemudian melakukan pembacokan dan setelah melakukan aksinya pelaku melarikan diri.
“Tim berhasil mengamankan tersangka di tempat persembunyiannya di Jagebob 10, akan tetapi pada saat Tim melakukan penangkapan tersangka hendak melakukan perlawanan terhadap petugas, sehingga kami melakukan tindakan tegas dan terukur dengan memberikan timah panas terhadap pelaku yang mengenai betis kaki kiri dan kanannya,’’ tandas Kapolres.
Atas perbuatannya tersebut, tersangka RT kata Kapolres dijerat dengan Pasal 338 KUHP Junto 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *