Akan Cek Kembali Perdasi-Perdasus yang Pernah Diusulkan

John Gobay

JAYAPURA – Setelah kembali dilantik pada Jumat (16/4), salah satu anggota 14 kursi, Jhon Gobay menyampaikan bahwa agenda pertama yang ingin dilakukan setelah bergabung dengan lembaga DPR Papua adalah mengecek kembali Perda-perda yang pernah digarap maupun diusulkan untuk dilihat perkembangannya.
Jhon Gobay dikenal sebagai salah satu anggota DPRP yang memang suka menyusun regulasi khususnya Perdasi. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di ruang Badan Legislasi untuk mencatat hal – hal yang dianggap perlu diproteksi melalui aturan hukum daerah.
“Kami bersyukur karena kini sudah resmi dilantik dan ini waktunya bersama – sama bekerja memikirkan apa yang bisa kita lakukan. Saya diawal ini ingin mengecek sudah sampai dimana Perda-perda yang dulu digodok. Apakah masih berjalan atau kandang (terhenti,” bebernya, Ahad (18/4).
Ia menyebut ada beberapa regulasi yang pernah dibuat dan dikawal sebelum masa jabatannya berakhir. Mulai dari Perdasus Masyarakat Adat, Perdasi Perlindungan dan Pengembangan Pangan Lokal dan Pedagang OAP, Perdasi Perlindungan dan Pengembangan Nelayan Masyarakat Adat Papua, Perdasi Pertambangan Rakyat di Papua, Perdasi Penanganan Konflik Sosial di Papua, Perdasi tentang Perlindungan Keberpihakan dan Pemberdayaan Buruh OAP, Regulasi terkait Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) termasuk Regulasi tentang Penyelesaian Pelanggaran HAM di Papua.
“Dari sekian banyak ini ada juga beberapa regulasi yang baru diusulkan namun belum dibahas mengingat ketika itu masa jabatan keburu berakhir,” jelasnya. Regulasi yang dimaksud adalah Raperdasi tentang Penguatan Lembaga Pelopor Pendidikan di Papua, Revisi Perdasus tentang Perlindungan Kebudayaan Asli Papua, Raperdasi tentang Perlindungan dan Pengembangan Danau di Papua yang informasinya sedang dibahas.
“Ya saya bersyukur saja jika memang regulasi yang kami siapkan itu ditindaklanjuti. Saya pikir ini adalah kerja-kerja ril yang harus dituntaskan untuk memproteksi hak – hak masyarakat asli,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *