Nyelam Cari Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas

Perahu korban yang ditemukan di bawah Jembatan Youtefa pada Jumat (16/4). Korban sendiri ditemukan tergeletak di pantai tak jauh dari Cafe Tropikal.

JAYAPURA – Warga di sekitar Pantai Ciberi Kampung Engros, Jumat (16/4) kemarin dikagetkan dengan ditemukannya sesosok mayat pria dengan perlengkapan kaca molo (menyelam).
Pria yang belakangan diketahui bernama Bastian (40) ini diketahui sedang mencari ikan namun akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal. Korban diduga tenggelam saat tengah mencari ikan. Kapolsek Jayapura Selatan, AKP. Yosias Pugu menjelaskan bahwa setelah dilakukan identifikasi awal, korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara, Kotaraja.
Kapolsek menjelaskan bahwa sebelum kejadian saksi bernama Roni, Kamis (15/4) malam sekira pukul 20.00 WIT melihat korban sementara mendayung perahunya dengan tujuan mencari ikan di Pantai Cibery. Saat itu saksi berpapasan dengan korban dengan jarak kurang lebih sekitar 10 meter. Saksi sempat menegur korban dengan berkata ” jangan molo di sini e ” namun korban tidak menghiraukannya dan tetap saja mendayung perahunya hingga ke bawah jembatan Youtefa.
Tak lama saksi 1 langsung kembali ke Kampung Enggros dan pagi hari sekira pukul 06.00 WIT ia yang keluar dari Kampung Engros menggunakan perahu dengan tujuan mengantar saudaranya dan pada saat sampai di tengah laut Pantai Cibery di bawah jembatan Youtefa, saksi melihat perahu yang digunakan korban.
Setelah mengantar saudaranya, saksi Roni kembali untuk mendekati perahu korban namun tidak menemukan pemiliknya (korban).
Kemudian Jumat paginya sekira pukul 07.00 WIT saksi lainnya bernama Abraham yang bekerja di Cafe Tropical menyeberang untuk membakar sampah, melihat sesosok tubuh pria yang tergeletak di pantai tak jauh dari cafe. Iapun melapor kejadian itu ke Polsek Jayapura Selatan.
“Jadi menurut saksi 1, ia sempat berpapasan dengan korban sebelum ditemukan tergeletak di pantai. Tapi besoknya barulah korban ditemukan meninggal,” kata Pugu, Jumat (16/4).
Dari kejadian ini pihaknya langsung membawa korban ke RS Bhayangkara untuk selanjutnya berkoordinasi dengan pihak keluarga. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *