Lantik Waket 1 MRP, Wagub Minta Pelantikan 5 Kursi Kosong Dipercepat

Wagub Papua, Klemen Tinal, SE., M.Si., saat mengambil sumpah/janji dan melantik Yoel Luiz Mulait sebagai Waket I MRP masa jabatan 2017-2022 di Gedung Negara, Kamis (15/4). (Foto: Yohana/Cepos)

JAYAPURA-Gubernur Papua yang diwakili Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., M.Si mengambil sumpah/janji dan melantik Yoel Luiz Mulait sebagai Wakil Ketua (Waket) 1 MRP masa jabatan tahun 2017-2022, di Gedung Negara, Kamis (15/4).
Pelantikan ini berdasarkan keputusan Gubernur Papua Nomor 188.4/138/Tahun 2021 tentang pengesahan pengangkatan Pimpinan Wakil Ketua 1 MRP Yoel Luiz Mulait masa jabatan tahun 2017-2022..
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal menjelaskan pelantikan yang pihaknya lakukan saat ini adalah PAW (Pergantian Antar Waktu). Karena Waket 1 MRP Papua yang sebelumnya telah meninggal dunia. Oleh sebab itu, untuk mengisi kekosongan, maka dilakukan pelantikan Yoel Luiz Mulait sebagai Waket 1 MRP.
“Saya berharap nantinya Sekda Papua dan teman-teman juga akan memproses dan percepatan pelantikan 5 kursi lagi di MRP Papua. Ini harus segera diproses karena mereka juga akan selesai dalam masa jabatan 2022, dengan demikian jabatan yang kosong ini ada yang terisi,” ungkapnya, kemarin.
Diakuinya, MRP merupakan salah satu lembaga penyelenggara pemerintah berdasarkan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua. MRP diharapkan dapat berfungsi secara efektif dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua secara khususnya dalam hal ini Gubernur Papua dan DPRP dalam pelaksanaan tugas kenegaraan.
“Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, hal ini sangat penting untuk kita semua sebagai wakil pemerintah pusat. Sebagai pejabat yang dipercayakan Negara Republik Indonesia baik TNI-Polri, wakil gubernur, Sekda, SKPD dan semua masyarakat untuk memahami dan mengerti hadirnya MRP di Papua,” jelasnya.
Lanjutnya, dengan demikian pemerintah, pejabat negara dan masyarakat dapat menjadi jembatan dari pemerintah untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang fungsi tugas pokok dari MRP di Provinsi Papua.
“Kehadiran MRP diterima serta diberikan ruang dan tempat yang mana MRP diharapkan dapat melakukan fungsinya. Majalis Rakyat Papua adalah wadah dari Republik Indonesia yang harus dihargai! Jangan sampai terpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. MRP ini negara kasih kepada kita karena kita masih jauh tertinggal dari saudara-saudara yang lain,” tambahnya.
Pihaknya juga minta agar MRP, DPRP dan pemerintah harus saling berkomunikasi. Karena dalam menjalankan tugas di Papua, maupun di provinsi lainnya koordinasi dan komunikasi sangat penting. Selain itu, MRP juga memiliki tugas sebagai pagar untuk membuat semua masyarakat merasa aman. (ana/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *