Lansia Jalan di Tempat, Pekerja Publik Capai Target

Salah seorang warga saat menerima vaksin Covid-19 di Kabupaten Jayapura, Kamis, (15/4). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19  terus melaksanakan vaksinasi Covid-19, bagi paramedis, pekerja publik hingga mereka yang sudah Lanjut Usia (Lansia).

Jika pelaksanaan vaksin Covid-19 bagi tenaga medis dan pekerja publik boleh dikatakan telah melampaui target karena sudah lebih dari 85% dari target awal, namun berbanding terbalik dengan pelaksanaan vaksin bagi Lansia. Vaksin terhadap Lansia ini progresnya masih jauh dari harapan bahkan cenderung stagnan atau jalan di tempat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten ke Jayapura, Edward Sihotang, mengatakan, untuk melakukan vaksin terhadap Lansia, memang bukan perkara mudah bahkan masalah atau kendala ini juga dihadapi oleh petugas kesehatan di seluruh wilayah di Indonesia.

“Memang untuk Lansia sampai saat ini baru capai 2%, agak sulit memang bahkan ini secara nasional juga sama terjadi,” ujar Edward Sihotang, ketika dikonfirmasi media ini, Kamis, (15/4) kemarin.

Pria yang akrab disapa Edo itu menyebutkan, ada beberapa penyebab sehingga vaksin terhadap Lansia ini cenderung terhambat. Mulai dari adanya masalah kesehatan atau penyakit bawaan dari sebagian besar Lansia. Selain itu, ada juga karena faktor belum mendapatkan izin dari anggota keluarganya untuk divaksin. Kemudian ada juga Lansia yang memang belum mau divaksin karena masih ragu dengan informasi informasi yang diperoleh terkait dengan vaksin Covid-19 ini.

“Seperti itu kendala yang kita hadapi saat ini sehingga pelaksanaan vaksin bagi Lansia ini belum mencapai target,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan vaksin terhadap pekerja publik di Kabupaten Jayapura boleh dikatakan berbuah manis karena sudah melebihi target. Saat ini capaian target vaksinasi terhadap pekerja publik sudah mencapai lebih dari 85%.

Sebagaimana diketahui, pemberian vaksin terhadap masyarakat ini menggunakan vaksin sinovac dengan dua dosis untuk satu influenser. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *