Bupati Mbaraka: Pendidikan dan Gelar Saya Clean dan Clear

Bupati Drs Romanus Mbaraka, MT saat memberikan keterangan kepada wartawan di Merauke. ( FOTO: Sulo/Cepos)

Laporkan Pihak yang Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik

MERAUKE – Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT menegaskan jika pendidikan dan gelar yang disandangnya sangat clean dan clear. Karena dirinya mendapatkan ijazah dan gelar tersebut melalui pendidikan formal mulai dari SD, SMP, SMP sampai perguruan tinggi baik untuk S1 maupun untuk S2.
“Gelar saya ini kan karena kuliah. Begitu lulus yang kasih saya gelar perguruan tinggi. Bukan saya. Kalau mau tuntut, tuntut saja departemen pendidikan. Jangan tuntut saya. Siapapun mahasiswa mau dokter, insiyur atau master, yang kasih perguruan tinggi. Tidak ada satu manusia yang selesai pendidikan memakai gelar menurut kemauannya. Itu tidak ada. Kalau mau cek gelar saya, silakan ke perguruan tinggi dimana saya lulus,” tandas bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT, menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos sehubungan adanya aksi demo sekelompok masyarakat yang mempersoalkan titel yang disandangnya tersebut.
Menurut Bupati Romanus Mbaraka, bahwa verifikasi soal ijazah dan gelar yang dimilikinya tersebut bukan baru pertama kalinya dilakukan oleh KPU dan Bawaslu. Namun sejak PNS, mulai dari CPNS kemudian ikut latihan kemiliteran di Rindam sampai pada Lemhanas. “Tiga kali saya mencalonkan diri menjadi bupati. Lalu kepala dinas, badan sampai saya ikut pelatihan kepemimpinan dan Lemhanas. Jadi pendidikan saya clean dan clear untuk persyaratan sekolah dan gelar,’’ tandasnya.
Sebenarnya, kata bupati Romanus Mbaraka, dirinya tidak ingin menanggapi masalah tersebut, karena menurut dia, hal tersebut sesuatu yang tidak logis. ‘’Banyak orang mau supaya kita ribut terus. Cuma saya sayang Merauke. Kalau saya bakar sedikit pasti menyala. Lalu dimanfaatkan rakyat yang tidak tahu apa-apa dan mau demo. Sekali lagi, persoalan sekolah saya clean dan clear. Saya ini anak asrama. Saya tinggal di asrama mulai kelas IV SD lalu SMP dan SMA. Kemudian masuk perguruan tinggi dan mendapatkan gelar tersebut,’’ terangnya.
Ditanya apakah ada rencana menggugat balik, Bupati Romanus Mbaraka mengungkapkan bahwa dirinya sudah melaporkan ke pihak Kepolisian untuk diproses hukum dengan laporan pencemaran nama baik.”Sekali lagi, kalau masalah sekolah saya tidak ada ada persoalan,’’ terangnya.
Ditanya lebih lanjut apakah ada persoalan pribadi antara dirinya dengan orang tersebut karena semua orang Merauke tahu jika yang bersangkutan pada periode pertama merupakan bagian dari tim sukses? Bupati Romanus Mbaraka mengaku jika dirinya dengan yang bersangkutan termasuk keluarga besarnya tidak ada persoalan.
“Bahkan dengan anaknya juga saya baik-baik saja. Saya juga tidak ada utang piutang. Saya tidak tahu, dia masalah apa. Ada sesuatu yang sia-sia kalu mau diurus,’’ jelasnya.
Bupati Romanus Mbaraka juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Kepolisian, Bawaslu dan KPU yang sudah melakukan klarifikasi dengan pihak sekolah dimana dirinya menempuh pendidikan tersebut.
Bupati Romanus juga menilai aksi demo yang dilakukan sehari sebelumnya ditunggangi oleh orang yang menamakan tokoh masyarakat. “Saya tidak tahu apakah tokoh masyarakat atau toko kios, saya tidak tahu. Tapi jangan sampai mempengaruhi orang kecil yang tidak mengerti sama sekali,’’ pungkasnya.
Secara terpisah, Kapolres Merauke AKBP Ir.Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasubag Humas AKP Ariffin, S.Sos, membenarkan adanya laporan Polisi yang dilakukan oleh pelapor atas nama Romanus Mbaraka. “Betul bahwa pada tanggal 12 April kemarin, kami dari pihak Polres Merauke menerima satu laporan terkait dugaan pencemaran nama baik dan atau menyebarkan berita bohong atau hoax di media elektronik. Laporan tesebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor 141/IV/2021/Papua/Res Merauke,’’ tandas Kasubag Humas Ariffin.
Menurut Kasubag Humas, dalam laporan tersebut pihak yang dilaporkan berinisal AD. “ Sementara penyidik melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan dan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan. Jadi laporan ini masih dalam tahap penyelidikan,’’ katanya.
Sebelumnya, pihak AD melapor ke Polres Merauke terkait dengan ijazah dan penggunaan gelar oleh Romanus Mbaraka. Namun setelah penyidik melakukan penyelidikan, Polisi tidak menemukan bukti terkait dengan laporan tersebut sehingga penyidik menghentikan penyelidikanya dalam bentuk SP3. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *