Pahami Dulu Sebelum Berinvestasi Saham

Penyerahan plakat dari Wakapolda Papua Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto kepada Kepala PT. BEI Provinsi Papua dan Papua Barat Kresna Aditya Payokwa di Mapolda Papua, Selasa (13/4) kemarin. (Humas Polda)

JAYAPURA- Bursa Efek Indonesia (BEI) gaungkan waspada investasi bodong dan mengenal investasi legal di Pasar Modal di lingkungan Polda Papua melalui sosialisasi di Aula Rastra Samara Mapolda Papua, Selasa (13/4).

Kepala PT. Bursa Efek Indonesia Provinsi Papua dan Papua Barat Kresna Aditya Payokwa menyampaikan, Pasar modal Indonesia merupakan salah satu pasar modal terbaik di dunia. Pada tahun 2019 berdasarkan ata bloomberg mengenai pertumbuhan indeks harga saham gabungan selama periode 10 tahunan, BEI telah menjadi pasar modal dengan tingkat imbalan hasil tertinggi ke 2 di dunia.

Dari segi kepemilikan saham di BEI pada tahun 2014. Tercatat mayoritas saham di BEI masih dikuasai investor asing sebesar 60% dan investor domestik 60% pada akhir tahun 2016, era kebangkitan pasar modal indonesia dimulai dengan diluncurkannya kampanya “Yuk Nabung Saham” oleh presiden Joko Widodo. “Saat ini total investor pasar modal indonesia sebanyak 4,5 juta investor, dimana 32.000 Investor diantaranya berasal dari Provinsi Papua,” terang Kresna.

Sementara Kepala OJK Prov. Papua dan Papua Barat Adolf Fictor Tunggal Simanjuntak mengatakan, OJK merupakan lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU no. 21 tahun 2011 yang memiliki tugas dan fungsi untuk mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan.

Dalam hal perlindungan konsumen, UU mengamanatkan agar OJK melakukan tindakan preventif deperti melakukan edukasi keuangan kepada seluruh kalangan masyarakat. Sementara berdasarkan survei yang dilakukan OJK pada tahun 2019, diketahui tingkat loterasi keuangan masyarakat Papua masih tergolong rendah di Indonesia yaitu sebesar 29,13% dan tingkat inklusi keuangan sebesar 60,89%.

Sementara itu, Wakapolda Papua Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto mengatakan, sosialisasi investasi pasar modal   bagi anggota Polri Polda Papua bertujuan untuk memperkenalkan bentuk investasi yang aman bagi anggota polri. Sesuai dengan program Kapolri yaitu Transformasi Menuju Polri Yang Presisi (prediktif, responsibilitis dan transparansi berkeadilan) point 3 a butir e  ”peningkatan  kesejahteraan pegawai Polri melalui kegiatan ekonomi dengan berinvestasi yang sehat dan aman”.

Diharapkan anggota Polda Papua lebih waspada dan tidak menjadi korban investasi bodong, serta paham investasi yang direkomendasikan pemerintah sebelum berinvestasi saham, ketahuilah faktor yang bisa  menggerakkan  indeks trend masuk ke dunia saham belakangan ini sedang hits, namun masih banyak investor pemula yang belum teredukasi maksimal, sehingga potensi kerugian saat bermain saham masih terbuka lebar.

“Sebelum terlibat ke pasar saham,  ada baiknya kita memahami bagaimana indeks bisa mengalami kenaikan dan penurunan. Ada banyak hal yang bisa mendorong pengerahan pasar saham, salah   satunya  adalah sentimen.  Pergerakan market sangat dipengaruhi oleh demand dan supply, demand dan supply sangat dipengaruhi oleh sentimen,” pungkasnya. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *