Kadiskominfo Tolikara Dukung Infrastruktur Transformasi Digital

Kadiskominfo Tolikara Derwes Yikwa dampingi Bupati Tolikara tinjau hasil pembangunan beberapa pekan lalu. ( FOTO: Diskominfo for Cepos)

TOLIKARA-Saat ini era digital dimana suatu masa yang sudah mengalami perkembangan dalam segala aspek kehidupan menjadi serba digital. Perkembangan era digital juga terus berjalan tanpa bisa dihentikan. Karena sebenarnya masyarakat sendiri yang meminta dan menuntut segala sesuatu menjadi lebih praktis dan efisien. Namun tentu ada beberapa dampak yang akan diterima dengan era digital tersebut.

   Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kominfo Tolikara Derwes Yikwa usai menerima surat pelaksanaan survey terhadap kandidat lokasi pembagunan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G di daerah Tolikara Papua, Jumat (9/4) kemarin lalu.

  Menurutnya dampak positif era digital adalah informasi yang dibutuhkan dapat lebih cepat dan lebih mudah diakses, serta tumbuhnya inovasi dalam berbagai bidang yang berorentasi pada teknologi digital yang memudahkan proses dalam pekerjaan kita.

  “Misalnya di bidang Pendidikan bagi anak-anak Pelajar dari semua tingkatan SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi zaman now, internet seakan-akan jadi kebutuhan dan gaya hidup masa kini. Mereka banyak bisa belajar jarak jauh melalui zoom di saat pandemi covid-19. Selain itu bisa akses berbagai informasi lewat internet,” ujar Kadiskominfo Derwes Yikwa.

   Dampak positif lainnya  bagi pelaku usaha di bidang apa saja bisa berjualan melalui media sosial online dan media digital lainnya. Semua dipermudah dengan akses internet.

   Namun Derwes Yikwa mengakui tidak terlepas dari sisi buruknya misalnya; membutuhkan media sebagai tempat untuk mengaksesnya seperti handphone, tablet dan juga komputer/ laptop yang membutuhkan biaya untuk membelinya. Jika tidak dilengkapi atau tidak dibekap dengan baik, rawan diretas atau memungkinkan untuk terkena virus.

  Bahkan membutuhkan jaringan internet untuk mengakses ataupun mengunduhnya, sehingga dibutuhkan jaringan yang stabil. Kurangnya  kenyamanan dalam membaca jika dibandingkan dengan buku tercetak. Membutuhkan biaya untuk jaringan internet selama pengaksesan atau pengunduhannya. Perangkat elektronik jika terlalu lama digunakan dapat mengganggu fungsi indera penglihatan manusia.

   Karena itu Infrastruktur akses internet yang dibangun Pemerintah di daerah – daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal yang disebut 3T salah satunya daerah Tolikara mesti didukung semua pihak. Agar manfaat dirasakan masyarakat seluruhnya, tidak boleh ada yang tertinggal.

  Apalagi saat ini pandemi virus corona membuat interaksi fisik dibatasi oleh semua negara termasuk indonesia. Karena itu transformasi interaksi virtual menjadi penting. Transformasi digital tidak akan terwujud apabila infrastruktur tidak memadai. Karena itu  penyiapan infrastruktur digital yang digelontorkan Pemerintah melalui APBN ini  mesti didukung semua pihak. (Diskominfo Tolikara)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *