8 Anggota Batalyon 756/WS Selesaikan Tugas di Kongo

Delapan orang Prajurit TNI dari Batalyon 756/Wimane Sili Jayawijaya   saat mencium Lambang satuannya usai kembali bertugas di Kongo Afrika Tengah, selama 1 tahun 3 bulan dalam upacara yang digelar di lapangan Batalyon 756/WS Jayawijaya. (FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-8 orang Prajurit TNI dari Batalyon 756/ Wimane Sili Jayawijaya  yang melakukan tugas sebagai pasukan pengamanan dunia di bawah naungan PBB di Negara Kongo Afrika Tengah selama 1 tahun 3 bulan, akhirnya menyelesaikan tugas yang diberikan dan kembali pulang ke satuan tempur yang ada di Pegunungan Tengah Papua.

   “Mereka ini bergabung dengan Batalyon Denzipur II untuk pembukaan jalan, sehingga pengamanan jalan dan membuka jalan ke daerah terisolir, mereka yang melaksanakan tugas luar negeri merupakan kebanggaan dari kami Prajurit TNI,”ungkap  Dandim1702/ Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang , SIP, MTr (Han), Senin (12/4) kemarin.

   Ia menyatakan tidak semua prajurit TNI bisa mendapatkan apa yang mereka dapatkan saat ini. Ini membuktikan jika negara, Panglima TNI, Kasad memberikan kesempatan yang sama kepada Prajurit. Terbukti batalyon yang ada di Jayawijaya dan jauh dari Jakarta tapi prajuritnya diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi

   “Bahkan yang membuat sangat istimewa adalah ada 3 anak asli dari Lapago, 2 diantaranya anak asli lembah Baliem, ini menunjukan kita di Jayawijaya sangat potensial menjadi prajurit TNI dan bisa menjadi pasukan perdamaian dunia di bawah naungan PBB,” jelasnya.

   Kata Dandim , 8 orang ini telah mendapatkan reward sebelum berangkat tugas, ada yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa, dan penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Darat untuk bisa sekolah mendahului teman -tamannya karena mereka ini terlibat dalam pasukan patroli daerah rawan ,

   “Seperti 6 Desember 2018, mereka adalah pasukan yang melakukan evakuasi jenazah karyawan istaka Karya di Distrik Mbua Kabupaten Nduga,”katanya

   Di tempat yang sama usai menjadi Irup dalam Upacaya penyambutan Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi mengakui jika  ini adalah salah satu tugas yang berat untuk anggota Batalyon 756/ Wimane Sili, dan harus bangga batalyon yang jauh di Papua khususnya di Pegunungan Tengah Papua mendapat kepercayaan dari pusat untuk penugasan Pasukan PBB di Kongo,

   Ia juga berharap 8 anggota yang telah kembali harus memberikan contoh yang baik kepada rekan -rekannya khususnya bagi mereka yang belum berkesempatan tergabung dalam pasukan PBB  sehingga mereka yang sudah mendapatkan kesempatan ini harus berbagi dan memberikan masukan kepada yang lain agar bisa berkesempatan sama.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *