Tahun Depan Masih Ada Nikah Massal

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., memimpin pencatatan perkawinan massal bagi 234 pasangan suami – istri warga Kota Jayapura beragama Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha, di Kantor Wali Kota Jayapura, Sabtu (10/4) lalu. ( foto: gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, melakukan pencatatan perkawinan massal dengan peserta mencapai 234 pasangan suami – istri beragama Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha.

Pencatatan perkawinan massal bagi warga Kota Jayapura ini sendiri dipimpin langsung Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., di Kantor Wali Kota Jayapura, Sabtu (10/4) lalu.

“Dengan hujan berkat yang diberikan pada hari ini (Sabtu), saya atas nama Wali Kota Jayapura mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada 200 lebih pasangan suami – istri yang hadir di sini untuk dicatat secara resmi oleh pemerintah sesuai dengan UU 1/1974 tentang perkawinan, maka telah dinyatakan sah,” terang Dr. Benhur Tomi Mano, MM., Sabtu (10/4) lalu. Kata Wali Kota Mano, bukan hanya akta pernikahan pencatatan sipil, melainkan Kartu Keluarga, KTP, dan Kartu Identitas Anak semuanya diberikan secara gratis bagi masyarakat Kota Jayapura.

“Ini program saya sejak 2012, sejak menjadi Wali Kota Jayapura. (Pernikahan pencatatan sipil) Yang terbanyak itu di tahun 2014 dengan 1.500 orang yang kita nikahkan di lapangan upacara. Ada juga tete dan nene yang mengucap terima kasih kepada saya karena mereka bersukacita, dicatat secara sah oleh pemerintah atas pernikahannya. Semua ini dilakukan dengan maksud membahagiakan masyarakat di Kota Jayapura,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Andi Rahmiwati, menyebutkan bahwa sejak Benhur Tomi Mano memimpin di Kota Jayapura, jumlah pasangan suami – istri yang sudah dilakukan pencatatan perkawinan massal sebanyak 3.917 pasangan.

Angka ini tentunya terdengar fantastis. Apalagi angka ini masih akan terus bertambah, mengingat Putra Port Numbay itu yang masih akan terus menjabat Wali Kota Jayapura hingga 2023 mendatang.  “Tahun depan masih ada, dan kita akan programkan di akhir masa jabatan beliau. Lebih awal kita lakukan pendataan sehingga seluruh masyarakat Kota Jayapura yang sudah melakukan pernikahan secara agama, baik Kristen, Hindu, Budha, Katolik, maupun Islam, bisa tercatat oleh pemerintah dan diakui Undang-Undang yang berlaku,” jelas Andi Rahmiwati.

“Sejak kepemimpinan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, sudah 3.917 pasangan  yang dilakukan pencatatan perkawinan secara massal. Ini luar biasa,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *