Sidang Isbat Awal Ramadan Digelar Besok

Pdt. Amsal Yowei (Foto:DOK/CEPOS)

Lokasi Pantauan Hilal di PLTD Holtekamp

JAYAPURA-Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1442 H pada Senin (12/4) lusa. Sidang akan dilaksnakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta.
Dalam rilis Kemenang yang diterima koran ini Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan karena masih pandemi Covid-19, sidang isbat akan digelar secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).
Sidang Isbat tersebut akan dihadiri Komisi VIII DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.
Sejumlah ormas Islam, antara lain: NU, Muhammadiyah, Persis dan Al Washliyah, direncanakan akan hadir langsung di Kantor Kementerian Agama. Ada juga Ormas Islam yang akan mengikuti proses sidang ini secara daring. “Ada 29 Duta Besar negara sahabat yang diundang. Kami berharap ada diantara mereka yang bisa hadir secara langsung dalam proses sidang,” ujar Kamaruddin.
Ditambahkan Agus Salim, Kementerian Agama akan menurunkan sejumlah pemantau hilal Ramadan 1442 H di 86 lokasi dari 34 provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari petugas Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota yang bekerjasama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam serta instansi terkait setempat.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Pdt. Amsal Yowei, SE.,M.Pd.K., menambahkan, untuk memantau hilal Ramadan 1442 H di Provinsi Papua dilaksanakan di PLTD Holtekamp Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua dan Papua Barat (4): (1) Pantai Masni, (2) Hotel Kriyad Lantai 8, (3) Bandara Utarum, (4) Masjid Al Hidayah.
Dan Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M. Antara lain mengatur tentang diizinkannya kegiatan buka puasa bersama, salat berjamaah (lima waktu, tarawih, dan witir), tadarus Al-Qur’an, serta i’tikaf, dengan jumlah kehadiran maksimal 50% dari kapasitas masjid atau musala.
Surat edaran juga mengatur bahwa kegiatan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak antar jamaah minimal 1 meter, dan membawa sajadah atau mukena masing-masing. Namun, ketentuan dalam surat edaran ini tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye.
Menteri Agama sudah menerbitkan edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H. Namun, edaran itu tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye berdasarkan ketetapan Satgas Covid setempat.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *