Sepakat Bentuk Lembaga Budaya Asli Papua Wilayah Lapago

Ketua Asosiasi Bupati Sepegunungan Tengah Papua saat melakukan penutupan Konggres Pertama Pemajuan Kebudayaan Asli Papua wilayah Lapago di Wamena, Jumat (9/4). (Denny/ Cepos)

WAMENA-Konggres Pertama Kemajuan Kebudayaan Asli Papua sebagai “Role Model” di Wilayah Adat Lapago Kabupaten Jayawijaya, yang digelar 7-9 April kemarin, telah ada kesepakatan untuk pembentukan kelembagaan budaya asli Papua di wilayah adat Lapago di Wamena.
Menurut Ketua Asosiasi Bupati Sepegunungan Tengah Papua Befa Yigibalom, SE, MSi dengan terbentuknya lembaga ini, diharapkan dapat menyelamatkan budaya orang Papua yang kian terkontaminasi dengan beberapa hal, seperti akibat HIV-AIDS, Narkoba, Miras. Tidak hanya itu, akhir -akhir ini ada judi Togel, pornografi dari Gadget juga dikhawatirkan merusak sendi-sendi orang Papua karena hal ini merusak otak.
“Sekarang diibaratkan seperti dua jalan kalau di sebelah dirusak dengan hal seperti itu, sekarang kita rekrut generasi mudah dari sebelah dan kita sudah punya Role model yaitu cuci pikiran dan hatinya dengan cara yang kita punya, yakni kerjasama pemerintah dan gereja,”ungkapnya Jumat (9/4) kemarin .
Bupati Lanny Jaya juga menilai jika seseorang didoktrinisasi dengan baik, pasti akan menjadi pemenang kehidupan, sedangkan pemerintah, gereja juga bergandengan tangan dari sebelah merebut generasi muda.
“Contoh pada kelas 4 SD dan SMP, seorang wanita harus mengetahui alat kelaminya, agar mengetahui dia bisa berhubungan atau tidak , tapi kalau dia berhubungan di usia yang mudah sel -sel kelamin akan rusak dan mengakibatkan kemandulan saat dia menikah nanti,”jelasnya.
Menurutnya, saat ini orang Papua semua pesimis akan masa depan, tetapi kalau diintervensi saat ini dengan mendoktrinasi maka dapat menyelamatkan generasi muda Papua, kalau saat ini di wilayah Lapago dikenal dengan Wim , Wam, Wene, maka wene ini yang harus diperkuat agar bisa merubah orang atau mengatasi segala sesuatu.
Kata Befa, Pemerintah bisa memback up anggaran untuk mereka, karena mereka kerja untuk sesuatu yang luar biasa, namun terlupakan sehingga tugas pemerintah adalah back up anggaran, rencana ini juga akan dimasukan dalam rapat kerja Bupati Sepegunungan Tengah.
“Karena mereka minta, maka dalam rapat kerja bupati Sepegunungan tengah kita akan hadirkan mereka di dalam untuk berbicara kepada kepala daerah yang ada di wilayah Lapago,” katanya.
Selain itu ditetapkan Drs. Simon Itlay sebagai ketua umum/sekaligus sebagai formatur tunggal lembaga pusat kajian kebudayaan asli wilayah adat lapago untuk menyusun badan pengurus lengkap, sedangkan untuk tim perumus budaya asli Papua wilayah adat lapago di Wamena ketua Pater DR Yan Youw, sekretaris adat Pdt. Esmon Walilo dan anggota Emi Enembe MSi
Penetapan rapat kongres pemajuan budaya asli dalam kurun waktu 3 tahun sekali dan mengusulkan rapat kerja para bupati Sepegunungan tengah Papua untuk menyikapi rekomendasi yang disampaikan Komisi A kebudayaan , B Agama, C Pariwisata, dan D, Ekonomi Kreatif. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *