Refocusing Anggaran Baru 3,5 Persen

SENTANI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura telah melakukan refocusing anggaran 3,5 persen 1atau senilai Rp 21 miliar dari total 8 persen Dana Alokasi Khusus yang harus direfocusing tahun ini.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jayapura, Subhan menjelaskan, dari 8% sesuai ketentuan pemerintah pusat yang harusnya direfocusing oleh Pemkabnya Jayapura, nilainya sekitar Rp 50 miliar.
“Kalau 8 persen itu angkanya Rp 50 miliar. Tapi sampai saat ini kita baru kumpul Rp 21 miliar,” kata Subhan saat dikonfirmasi media ini, Jumat (9/4).
Itupun kata dia, DAU tahun ini kecil. Karena dari dana itu akan digunakan untuk pembayaran gaji pegawai, TPB, para medis, kemudian biaya rutin untuk seluruh OPD, seperti listrik, air dan honor.
“Memang kita agak sulit, karena ini juga sebagian sudah jalan. Baru ada instruksi lagi pemotongan,”katanya.
Untuk DAU ini, pemerintah pusat akan langsung memotong Rp 20 miliar atau dengan kata lain tidak lagi ditransfer ke daerah. Di satu sisi, sisa dari situ baru direfocusing 8 persen dari total DAU yang akan ditransfer.
“Kasarnya ini dua kali pengurangan, kalau secara fisik, kita hitung-hitungan,” tandasnya.
Lanjut dia, dengan adanya pengurangan DAU dari pusat senilai Rp 20 miliar, maka sudah otomatis akan berpengaruh pada belanja.
“Belanja di 53 OPD kita kurangi Rp 20 miliar dulu. Setelah itu direfocusing, baru digeser lagi, dihimpun 8 persen itu, senilai Rp 50 miliar, ini yang sebenarnya kita setengah mati,” ujarnya lagi.
Dia menjelaskan, Pemkab Jayapura sudah menyampaikan ke Kemendagri dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia terkait refocusing itu. Di mana untuk saat ini, Pemkab Jayapura baru menyanggupi Rp 21 miliar dari Rp 50 miliar. Karena kalau tidak segera dilaporkan, maka dana transfer tidak akan turun, sehingga berdampak pada mandeknya pembayaran gaji pegawai.
Lebih lanjut, Pemkab Jayapura juga telah merefocusing DID 30%. Kabupaten Jayapura harusnya menerima dana itu Rp 25 miliar, namun direfocusing 30 persen berarti sekitar Rp 7 miliar lebih. Itu untuk pembiayaan digitalisasi pendidikan, digitalisasi informasi pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi di UMKM.
“Yang jelas untuk kesehatan 30 persen, sisanya dibagi ke pendidikan, penguatan perekonomian UMKM,” bebernya.
Dia mengatakan, sejauh ini kondisi keuangan daerah untuk mencapai Rp 50 miliar dari total 8 persen yang harus direfocusing, memang agak sedikit sulit.
Kendati demikian, refocusing 8 persen ini juga dilihat dari jumlah penyebaran Covid-19 di kabupaten. Misalnya kalau sebagian besar wilayahnya masih zona merah penyebaran Covid-19 bisa jadi 8% itu harus dipenuhi.
“Kita tinggal satu yang zona merah di Distrik Sentani. Ada pernyataan bahwa 8% ini kalau tingkat penyebaran kasus Covid-19 di suatu daerah masih tinggi,” tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *