Bukan Soal Besar-Kecil Anggaran Tapi Program Bermanfaat

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM., besama Kepala Bappeda Kota Jayapura, Rory Huwae, Sekda Kota Jayapura Frans Pekey dan Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo dalam penutupan Musrenbang Kota Jayapura, di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (9/4) kemarin. (HUMAS PEMKOT JAYAPURA)

JAYAPURA- Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM., menutup Musrenbang Kota Jayapura, di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (9/4) kemarin. Musrenbang yang berlangsung selama 3 hari itu menghasilkan rancangan awal RKPD Kota Jayapura.
“Ini berjalan dengan lancar, yang pastinya alot dan intensif karena masing-masing memiliki program yang dianggap mendasar dan penting. Kita dengar laporan bahwa hasilnya, usulan dari 963 kegiatan dari Renja OPD, Musrenbang, dan Reses DPRD Kota Jayapura, dari nilai pagu Rp 1,8 triliun turun sampai Rp 1,1 triliun,” jelas Ir. Rustan Saru, MM., dalam sambutannya.
Dari hasil Musrenbang yang menjadi usulan awal RKPD Kota Jayapura tersebut, Wawalkot Rustan menekankan bahwa yang terpenting bukanlah besar-kecil anggaran, melainkan bagaimana anggaran dan program dapat berdampak bagi pembangunan.
“Yang paling penting itu bagaimana program, bagaimana anggaran ini bisa berdampak pada pembangunan, memiliki nilai manfaat dalam pembangunan, dan menimbulkan dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
“Apa artinya banyak uang, besar nilainya, tapi tidak bermanfaat. Makanya saya minta OPD teknis, ini dikaji betul apakah program yang diusulkan lurah, distrik itu bermanfaat atau tidak. Jangan sampai kegiatan banyak tapi tidak ada manfaatnya. Jadinya mubazir dan tidak tepat sasaran,” tambahnya.
Dilaporkan Kepala Bappeda Kota Jayapura, Rory Huwae, terdapat usulan sebanyak 963 kegiatan dari Renja OPD, Musrenbang Kelurahan, Kampung, dan Distrik, serta Reses DPRD Kota Jayapura, dengan pagu sebelum Renja sebesar Rp 1.867.861.793.074 (1,867 triliun) dan pagu setelah Renja sebesar Rp 1.144.069.608.706 (1,144 triliun).
“Dengan demikian, diketahui jumlah kegiatan dan total pagu yang dihasilkan oleh Musrenbang bukan final, tapi akan mengalami penyesuaian dan perbaikan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” terang Rory Huwae. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *