Kategori Tindakan Kriminal yang Sangat Keji

Frits Ramandey ( foto: Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Dari informasi yang ada pada Jumat (9/4). Seorang sipil yang berprofesi sebagai guru dilaporkan kembali menjadi korban penembakan KKB di Beoga.
Secara terpisah, Komnas HAM RI Perwakilan Papua mengaku belum menerima aduan terkait meninggalnya guru akibat ditembak KKB di Beoga, Kabupaten Puncak. Namun, pihaknya telah mengetahui kejadian tersebut dari media.
Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey mengaku, dalam catatan Komnas HAM ini bukan kali pertama guru mendapatkan kekerasan di Papua. Beberapa kasus sebelumnya guru pernah diperkosa seperti yang pernah terjadi di Nduga dan beberapa daerah lainnya.
Frits menegaskan, guru, perawat dan pekerja sosial lainnya masuk dalam kategori pekerja kemanusiaan. Apalagi seorang guru yang bekerja dalam rangka upaya pemenuhan hak asasi pendidikan secara berkesinambungan.
“Ini perlakuan keji, dengan menembak guru. Para pelaku melakukan tindakan menghambat pemenuhan hak asasi Pendidikan. Komnas HAM menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini dan ini adalah kategori tindakan kriminal yang sangat keji dilakukan oleh seseorang,” tegas Frits kepada Cenderawasih Pos, Jumat (9/4).
Menurut Frits, tindakan ini memberi justifikasi terhadap aparat keamanan untuk melakukan tindakan terukur dalam rangka memastikan bahwa pekerja kemanusian yang berada di wilayah pedalaman Papua terutama di wilayah konflik harus dilindungi hak hidupnya dari tindakan KKB.
Frits juga meminta seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, kepala suku, kepala perang agar melawan dan mengutuk aksi ini. Termasuk harus mengambil legisi cepat dan mencari orang yang bersangkutan untuk diberi hukuman selain nanti hukuman formal untuk pemenuhan hak rasa aman.
“Masyarakat adat tentu tahu siapa pelaku penembakan itu, sehingga pelaku harus dicari dan diberi sanksi, agar kejadian seperti ini tidak berulang. Kalau dia (Pelaku-red) bagian dari kelompok sipil bersenjata, maka pimpinanya harus memberi sanksi kepada yang bersangkutan,” tegas Frits.
Lanjut Frits, tindakan ini menciderai dan menganggu upaya semua pihak dalam rangka memberi pelayanan publik kepada masyarakat Papua. Apalagi seorang guru rela bekerja di wilayah terpencil itu pengabdian yang tulus dan sungguh, tapi mereka selalu menjadi sasaran dari kejahatan ini.
“Harusnya bisa mengedepankan komunikasi. Apalagi guru tersebut ditembak dalam kios. Kalau punya kebutuhan, harusnya disampaikan dan kalau mencurigai harusnya bertanya itu logika kemanusiaan bukan kemudian melakukan tindakan yang mengakibatkan hak hidup orang lain meniggal dunia,” sesalnya.
Terkait kejadian ini, Komnas HAM mengkategorikannya sebagai tindakan kejahatan kriminal yang harus dilawan. Dalam konteks HAM tindakan yang mencabut hak hidup seseorang dikategorikan sebagai tindakan melanggar HAM. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *