Punya Komorbid, 50 orang Gagal Divaksin

Vaksinasi massal yang dilakukan Dinas Kesehatan di  Gedung ukumiarek Asso Wamena, selama 2 hari kemarin. ( foto: Denny/ Cepos)

WAMENA -Hari terakhir pelaksanaan vaksinasi covid -19 secara massal, Dinkes akui ada 50 warga yang tak bisa divaksinasi di hari pertama kemarin dari jumlah 700 warga. Hal ini disebabkan karena  usai menjalani screening warga ini masih punya kormorbid atau  penyakit bawaan yang membuat mereka harus menjalani pengobatan terlebih dahulu.

    “Untuk hari pertama baru 650 orang yang divaksinasi, sementara untuk hari kedua ini 400 orang yang terhitung sampai pukul 13.00 WIT,  sehingga baru mencapai 1.050 orang yang divaksin. Ini artinya kita baru mendapatkan 20 persen lebih,”ungkap Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya dr. Willy Mambieuw, SpB, Kamis (8/4) kemarin.

    Menurutnya, untuk 50 orang yang tak bisa divaksinasi dokter sudah melakukan pemeriksaan mungkin ada Hipertensi, ada Gula yang tidak terkontrol , kemudian ada penyakit yang tremor yang menyebabkan untuk sementara diberikan pengobatan dulu, nanti setelah stabil baru akan diberikan vaksinasi sendiri usai dinilai kondisinya stabil.

   “Kita tidak mau mengambil resiko jika harus melaksanakan vaksinasi pada warga yang kesehatannya terganggu, oleh karena itu kita perlu mengedukasi mereka dulu untuk memberikan pengobatan sampai kondisinya stabil baru bisa divaksin,”jelasnya

   Untuk yang belum mendapatkan vaksinasi , kata dr. Willy, Dinkes masih melakukan sosialisasi lagi di tingkat distrik, sehingga mereka yang ada di distrik bisa ikut disana , namun bagi yang sudah divaksin disini dan harus menunggu 14 sampai dengan 28 hari mungkin tetap akan ikut disini untuk mendapatkan vaksinasi boosternya.

   “Tidak menutup kemungkinan juga bagi warga yang belum mendapatkan vaksin yang dilakukan saat ini bisa diakomodir pemberian vaksin  pada saat  warga yang sudah mendapatkan vaksinasi pertama kembali untuk mendapatkan vaksinasi kedua,”katanya.

  Ia juga menyatakan, vaksinasi yang dilakukan ini akan sampai ke distrik -distrik di Jayawijaya dimana pihaknya saat ini sedang menyusun jadwal distrik mana yang akan mulai dimasuki usai mereka melakukan kegiatan Musrenbang.

  “Dalam sosialisasi yang akan dilakukan, kita tidak langsung melakukan vaksinasi kita hanya memperkenalkan vaksin yang digunakan ini kepada masyarakat, sehingga kita harapkan kepala distrik bisa melakukan koordinasi dengan kepala Kampung, tokoh agama , adat , perempuan sehingga sosialisasi ini bisa berjalan,” beber Kadinkes Jayawijaya.

  Kepala Dinas Kesehatan menambahkan, usai dilakukan vaksinasi massal ini , maka vaksinasi di tingkat Puskesmas akan tetap berjalan kembali seperti biasa seperti Puskesmas Wamena Kota dan Hom-hom itu tetap berjalan karena target 3500 orang ini belum tercapai. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *