Personel  Potmar Harus Mampu Rebut Hati Masyarakat

Salah satu pemateri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jayapura memberikan pemaparan terkait persoalan narkoba di Papua  di Aula Samudera Lokal Lantamal X Jayapura, Kamis (8/4). Materi BNN ini membahas soal peredaran narkoba yang dikaitkan dengan kondisi teritorial dan batas negara termasuk soal ancamannya bagi bangsa. (Baqi For Cepos)

JAYAPURA – Menyadari  personel   Potensi Maritim TNI AL merupakan satu ujung tombak di lapangan, Lantamal X Jayapura, selama tiga hari menggelar penataran. Tujuannya adalah memberikan pembekalan serta  mengangkat kemampuan prajurit TNI AL yang profesional dan kreatif dibidang pembinaan Potmar.  Kegiatan yang digelar di aula Samudera Loka Mako Lantamal X ini diikuti 30 prajurit  yang berasal dari Mako Lantamal X, Lanal Biak, Lanal Sarmi, Posal Serui, Posal Mapia, Posal Nabire, Posal Skouw Sae, Pos Pengamat Danau Sentani, Santrol Lantamal X dan Yonmarhanlan X.

Semuanya mendapatkan pengetahuan baik secara teori maupun praktek di lapangan. Dengan menghadirkan para instruktur dan nara sumber dibidangnya masing-masing serta praktek di lapangan di Kodim 1701/Jayapura para personel  ini diharapkan bisa menambah pengetahuan bagi para abinpotmar.  Lalu materi yang diajarkan pertama soal sejarah dan serbuan teritorial TNI dengan instruktur dari Kodam XVII/Cenderawasih, Binkamtibmas dari Polda Papua, Binpotdirga dari Lanud Silas Papare, kedua soal penyalahgunaan dan penanggulangan dari BNN Papua.

Selain itu juga diberikan pembekalan mengenai data nelayan dan budidaya potensi laut dalam mendukung ketahanan pangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, bina kelola wilayah pariwisata dari Dinas Pariwisata Provinsi Papua serta pengetahuan tentang Kesyahbandaran dari KSOP Klas II Jayapura. “Keberhasilan pembinaan potensi maritim sangat ditentukan oleh kemampuan aparat Potmar. Untuk itu dilaksanakan Tarpuanpotmar kepada prajurit Lantamal X dan jajarannya sehingga nantinya diperoleh personel pembina Potmar yang tangguh dan kreatif,” kata Danlantamal X, Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho, S.E., M.M usai penutupan penataran di Aula Samudera Loka, Kamis (8/4).

Para instruktur internal dari Lantamal X juga memberikan pelajaran mengenai pembinaan ketahanan wilayah, perberdayaan wilayah pertahanan laut, hukum laut internasional, peran TNI dalam ketahanan pangan, komunikasi sosial TNI serta bakti TNI. Danlantamal mengatakan kegiatan Tarpuanpotmar ini merujuk pada Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, salah satu tugas TNI Angkatan Laut sebagaimana tercantum pada pasal 9 huruf (e) yaitu melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut (Dawilhanla) yang diimplementasikan melalui pembinaan potensi maritim (Binpotmar).

Ini biasa dilakukan secara perorangan kelompok maupun satuan untuk mewujudkan ruang atau  alat dan kondisi juang yang tangguh dan bisa diaplikasikan melalui Komsos maritim dan bakti TNI AL sehingga terbangun kemanunggalan TNI dengan rakyat.  “Saya juga meminta bersinergi dengan peerintah maupun para tokoh ditempat mengabdi. Selain itu harus bisa memberikan pengaruh positif dalam menjembatani dan mengatasi persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat,” tegasnya. “Rebut hati masyarakat, bina dengan talenta yang dimiliki dan bantu jika ada kesulitan. Kehadiran Babinpotmar harus bisa menjadi teladan di tengah masyarakat.”, pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *