Pemprov  Pastikan Papua Ikut Ajang Pasific Expositio

Suasana Meeting Firtual yanh dilakukan dalam rangka menyambut Pasific Exposition, Rabu (7/4) lalu. ( FOTO: Dinas Kominfo For Cepos)

JAYAPURA – Pasific Exposition merupakan ajang pameran 2  tahunan berskala regional bagi negara-negara di Kawasan Pasifik, yang digagas oleh Pemerintah Indonesia Republik Indonesia dan didukung penuh oleh Pemerintah Australia dan Pemerintah Selandia Baru.

Kegiatan expo ini dilaksanakan sejak tahun 2019, Khusus bagi  Indonesia ajang Pasific Exposition akan diwakili  oleh 5  Provinsi di kawasan Timur Indonesia,  salah satunya adalah Pemerintah Provinsi Papua.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal menyatakan bahwa Provinsi Papua dipastikan akan ikut serta pada ajang ekspo ini dan akan mepromosikan produk unggulan Papua  meliputi komoditas pangan non beras dalam berbagai bentuk varian dan hasil hasil kekayaan alam Bumi Cendrawasih.

“Juga akan  mempromosikan pariwisata alam Papua sebagai salah satu bagian destinasi wisata dunia di Kawasan Pasific.  Serta akan mempromosiakan  Sport Tourism,” ungkapnya dalam rilis kepada Cenderawasih Pos, Kamis (8/4).

Papua sangat siap jika Negara memberikan mandat sebagai tuan rumah Pasific Games pada tahun-tahun mendatang atas ketersediaan venue-venue  olah raga berstandar internasional yang telah terbangun.

Pada kesempatan yang sama  Wakil Gubenur Papua, langsung menunjuk  Sekda Papua untuk segara mengkoordinir  SKPD terkait guna mempersiapkan ivent berskala regional ini dengan baik.

Merespon perintah Wakil Gubernur Papua  Sekretaris Daerah Papua Dance Yulian Flassy menjelaskan   pihaknya akan  menyiapkan regulasi dan infrastruktur pendukung pelaksanaan ivent ini yang mana sangat dibutuhkan instrumen teknologi karena ivent ini diselenggarakan melalui dunia maya/virtual.

Lanjutnya, ivent ini akan dilihat dan dinikmati oleh masyarakat di seluruh dunia  dan juga akan menyiapkan kerajinan unik lokal Papua yang ditampilkan saat fashion show/parade offline yang pelaksanaannya di Wellington Ibu Kota Negara  Selandia Baru pada tanggal 28 – 30 Oktober 2021 mendatang.

Perlu juga disampaikan Rapat koordiniasi ini dilaksanakan secara virtual yang dipimpin oleh Duta besar dan Pejabat KBRI untuk Selandia Baru serta untuk Provinsi Papua dihadiri oleh Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah Papua, Kepala Dinas KOMINFO, Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri  serta Kepala Dinas Perindakop & Neker.

Sementara itu, Duta besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya  dalam  paparannya di depan Wakil Gubernur Papua melalui teleconfrance dari KBRI di Wellington,  menyatakan  Pasific Exposition yang dilaksanakan pada tahun 2019 berhasil meningkatkan kepedulian masyarakat di kawasan Pasifik bahwa Indonesia adalah bagian dari Pasific dan telah menciptakan interaksi masyarakat Indonesia Timur dengan negara-negara Pasific serta menghasilkan transaksi ekspor Indonesia sebesar USD 70,3 Juta.

Pasific Exposition 2021 di tengah pandemi Covid-19 akan dilaksanakan dengan 2 metode yaitu secara Virtual dan Offline (datang langsung di Wellington Selandia Baru) diikuti oleh 20 negara,  serta meminta Pemerintah Provinsi Papua sebagai salah satu dari 5 Provinsi di Indonesia Timur untuk turut serta mewakili Pemerintah Republik Indonesia pada ajang bergengsi ini. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *