Dinkes Belum Izinkan Rapid Tes Antigen

dr. Willy Mambieuw, SpB (Foto:Denny/ Cepos)

WAMENA – Dinas Kesehatan merencanakan untuk memanggil fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) baik swasta maupun dari instansi lain, terkait dengan pelayanan rapid test antigen yang selama ini dilakukan. Sebab, sampai dengan saat ini Dinkes yang bertanggungjawab dalam penanganan masalah ini, belum mengeluarkan izin.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya dr. Willy Mambieuw, SpB, memang untuk pelayanan rapid test Antigen ini disesuikan dengan daerah tujuan, khususnya bagi warga yang akan berangkat. Sementara di Jayawijaya sendiri memberlakukan rapid test Antibodi untuk warga yang mau masuk, sehingga itu masing -masing kebijakan daerah.
“Kemarin saya sudah koordinasi dengan bidang Yankes Dinas Kesehatan Jayawijaya, untuk memanggil semua klinik yang ada di Wamena agar membicarakan sistem yang harus digunakan, terus terang semua klinik yang sudah jalan dengan Rapid antigen itu belum ada izin dari Dinkes Jayawijaya,” ungkapnya Kamis (8/4) kemarin.
Menurutnya, ada undangan yang nantinya akan disebarkan kepada setiap klinik yang ada di Jayawijaya untuk dilakukan rapat bersama. Artinya pembahasan atau pembicaraan bersama ini seperti untuk menyetarakan reagen yang digunakan, setarakan harga yang akan dikenakan kepada masyarakat, dan beberapa hal lainnya yang harus dilakukan bersama.
“Untuk masalah harga itu yang berwenang membuat adalah Dinas Kesehatan dalam bentuk SK, tetapi harus kita koordinasikan dengan pemerintah daerah, tidak bisa masing -masing menentukan harga sendiri -sendiri,”jelasnya.
Ia juga menyatakan untuk harga ini akan mengikuti standar harga yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat, harga tertingginya itu berapa, namun sampai sekarang ini belum ada pertemuan. Sementara pertemuan baru dilakukan minggu depan untuk membicarakan mekanisme rapid tes Antigen.
“Rapid test Antigen ini disesuaikan dengan daerah tujuan , misalkan kalau kita dari Jayawijaya menuju ke Jayapura yang diakui rapid test Antigen, sama halnya ketika kita dari Jayapura ke Jayawijaya harus menggunakan rapid test antibodi sehingga sesuaikan dengan daerah tujuan,”bebernya
Ia menambahkan saat ini beberapa klinik sudah melakukan pelayanan rapid test antigen melihat kebutuhan masyarakat yang ingin bepergian. Oleh karena itu, secepatnya pihaknya harus melakukan pertemuan agar semua yang dilkakukan itu sinkron dengan pemerintah daerah.
“Kita tidak bisa menunggu lama kita harus secepatnya melakukan pertemuan karena sampai saat ini rapid test antigen itu sudah berjalan sehingga jangan sampai tarifnya beda -beda ini yang kita coba sesuaikan,”tutup dokter Specialis Bedah RSUD Wamena. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *