Tak Ada Ruang Untuk Joni Botak

Irjen Pol Mathius D Fakhiri ( FOTO: Elfira/Cepos)

Tetap Menunggu KKB Joni Botak Keluar Dari Tempat Persembunyian

JAYAPURA- Kepolisian Daerah (Polda) Papua enggan memberikan ruang bagi KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) Joni Botak yang berada di wilayah Mimika.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan, kelompok Joni Botak kini telah kehabisan bahan makanan (Bama) dan anggota Kepolisian masih tetap menunggu kelompok ini untuk keluar dari tempat persembunyiannya.

”Kita tetap waspadai kelompok ini. Kita tidak mau selangkahpun memberikan ruang bagi mereka untuk bisa leluasa membangkitkan kelompoknya. Semoga dalam waktu dekat kita bisa menangkap mereka,” ucap Kapolda Mathius Fakhiri kepada wartawan di Mapolda Papua, Rabu (7/4).

Lanjut Kapolda, dengan mulai dilakukan penekanan kepada anggota Joni Botak membuat situasi di Mimika cukup baik. Penekanan tersebut membuat kelompok Joni Botak mulai bergeser ke arah Jilasinga.

“Dimungkinkan kelompok ini tidak kembali lagi ke kota (Mimika-red). Tidak ada lagi masyarakat yang bisa memberikan bantuan logistik di areal yang selama ini mereka beroperasi,” jelasnya.

Sebelumnya Kapolda Mathius Fakhiri menyampaikan Polda Papua tak main-main dengan penegakan hukum terhadap KKB pimpinan Joni Botak yang masih berada di kawasan Kabupaten Mimika.

“Kami akan cari Joni Botak sampai ke manapun. Karena pelaku kejahatan harus kita tangkap hidup ataupun mati,” tegasnya.

Ditambahkan, Indonesia merupakan negara hukum. Untuk itu, tidak boleh bertindak semena-mena apalagi tidak taat pada aturan hukum yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita akan cari dan tunggu Joni Botak sampai dia keluar, Polri dan TNI tidak akan mundur selangkah pun,” tegasnya.

Sementara itu, terkait dengan pengawasan peredaran senjata dan amunisi di Papua, Kapolda menyebut mulai dari internal TNI-Polri harus benar-benar mengontrol semua pasukan yang ada, sehingga tidak boleh keluar satu butir pun amunisi.

“Secara ketat kita memutus jaringan mereka dengan menjaga titik titik dimana mereka selalu memasukan senjata yang dibeli maupun stok amunisi yang dibawa dari luar maupun di  Kabupaten yang selama ini sudah kita tandai masih sering lolosnya amunisi jatuh ke tangan mereka,” papar Kapolda.

Lajutnya, terkait dengan beberapa kali penangkapan beruntung jual beli senjata di Merauke  sedang didalami. “Yang pasti jual beli senjata di Merauke masih lokal, sampai saat ini saya belum dapat jaringan  itu. Kita tahu sendiri Merauke dari dulu daerah berburu. Sehingga masih banyak peluru dan amunisi yang berada di tengah masyarakat yang suka berburu,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *