LEMASA-LEMASKO Dukung Operasional  Freeport di Timika

Foto bersama pengurus LEMASA dan LEMASKO bersama Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dan jajaran senior manajemen. ( FOTO: Dok.PTFI for Cepos)

TIMIKA– Dua Lembaga Adat di Timika, yakni LEMASA (Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme) dan LEMASKO (Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro), bertemu dengan Presiden Direktur dan jajaran senior manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) di Ruang Tembaga, Rimba Papua Hotel, Rabu (6/4).

   Pada kesempatan tersebut, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan update beberapa hal terkait operasi perusahaan, komitmen dan kontribusi perusahaan terhadap lembaga-lembaga mitra seperti LEMASA, LEMASKO, YPMAK (Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro) dan YAMAK (Yayasan Kemanusiaan Anti Kekerasan).

   ”Seperti telah diketahui bersama bulan Desember 2018, pemerintah melalui Inalum resmi memiliki saham PTFI 51%. Meskipun terjadi perubahan dalam kepemilikan saham, namun PT Freeport Indonesia tetap memegang teguh komitmennya kepada masyarakat, termasuk dana kemitraan untuk pengembangan masyarakat dan juga terhadap dua lembaga adat yang merupakan mitra perusahaan, yaitu LEMASA dan LEMASKO,” ujar Tony dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Rabu (7/4).

   Tony Wenas juga menjelaskan bahwa dari operasional tambang terbuka (open pit) akan beralih ke tambang bawah tanah sehingga pada masa peralihan tersebut produksi akan menurun. Hal lain juga terkait dampak pandemi Covid-19 yang sangat berpengaruh terhadap operasional perusahaan, sehingga dilakukan penyesuaian-penyesuaian di dalam lingkungan kerja.

    Perusahaan secara terus menerus mensosialisasikan tentang protokol kesehatan, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui dinas kesehatan untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

   Menanggapi hal tersebut dari dua lembaga adat, LEMASA dan LEMASKO menyambut baik dan mengapresiasi PTFI, serta mendukung penuh operasional perusahaan. Kedua lembaga juga berharap PTFI bisa terus berkontribusi bagi pengembangan masyarakat asli Papua.

   Mewakili LEMASKO, Gregorius Okoare menyampaikan beberapa hal, diantaranya mendukung perubahan LPMAK menjadi YPMAK. Lemasko juga mendukung penuh operasional PTFI termasuk proses AMDAL dan program pemanfaatan tailing oleh pemerintah. “Kami dari lembaga adat mendukung sepenuhnya PT Freeport Indonesia untuk tetap beroperasi di Timika,” katanya.

   Pada kesempatan tersebut Gregorius Okoare juga memaparkan beberapa program dan kontribusi lembaga kepada masyarakat Kamoro. Hal serupa disampaikan Stingal Johny Beanal mewakili LEMASA.

  Hal lain yang disampaikan oleh pengurus LEMASA dan LEMASKO, adalah harapan agar program pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi dan khususnya beasiswa bisa menghasilkan sumber daya manusia Amungme – Kamoro yang unggul. Terkait dengan situasi keamanan di Banti dan sekitarnya, Lembaga berharap situasi bisa segera pulih, dan masyarakat bisa hidup damai. ”LEMASA – LEMASKO akan menjadi honai besar untuk menyuarakan suara masyarakat Amungme-Kamoro,” ujar Stingal. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *