Lebih Banyak Anak Muda Ketimbang Lansia

Antrian warga untuk mendapatkan vaksin perdana di Auditorium Uncen, Rabu (7/4) kemarin. Dalam dua hari tercatat hampir 800 warga sudah mengikuti kegiatan gebyar vaksin ini. (FOTO: Gamel Cepos)

JAYAPURA – Kegiatan Gebyar Vaksin Covid 19  yang digelar pemerintah Provinsi Papua dengan target para atlet, lansia, tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik di Papua untuk wilayah Kota Jayapura yang digelar Auditorium Uncen, pada hari kedua, Rabu (7/4) akhirnya rampung. Kegiatan yang dimulai sejak Selasa (6/4) kemarin akan berakhir hari ini, Kamis (8/4). Dari total yang berhasil divaksin sendiri berjumlah hampir 800 orang untuk dua hari.

Hanya saja dari tujuan awal yang memprioritaskan para atlet, para lansia maupun tenaga kesehatan ini sedikit meleset. Peserta vaksin yang datang sebagian besar justru anak – anak muda dan kaum millenial. Ada juga yang datang berkelompok semisal karyawan bank, karyawan pusat perbelanjaan hingga perseorangan. Koordinator lapangan kegiatan vaksin di Auditorium, Adrian menyampaikan bahwa jumlah pada hari pertama sebanyak 345 orang dan dihari kedua mencapai 400 an orang.

Untuk lokasi  auditorium Uncen dibackup oleh Puskesmas Yoka, Puskesmas Waena, Puskesmas Abe Pantai dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Jayapura. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Isye Ayomi menyampaikan  bahwa target awal dari gebyar ini adalah kaum lansia dan atlet namun yang terdaftar sebagian besar justru anak – anak muda. “Ia kami pikirnya ini bisa dimanfaatkan oleh yang lansia namun yang datang justru anak – anak muda,” jelas Isye.

Dikatakan banyak yang datang dengan kesadaran sendiri yang memang merasa membutuhkan vaksin untuk mendukung daya tahan tubuh terhadap virus namun. “Ada yang sendiri namun ada juga bersama – sama teman kerja,” imbuhnya. Pantauan Cenderawasih setelah melakukan registrasi, peserta langsung menuju antrian yang dibagi dengan masing – masing petugas puskesmas. Terlihat ada yang percaya diri namun ada juga yang terlihat panik, ketakutan bahkan harus dipegangi.

“Saya gugup karena memang sejak awal tidak merencanakan untuk vaksin tapi karena lihat teman sudah vaksin akhirnya saya ikut tapi sebenarnya saya gugup dengan jarum suntik juga,”  aku Dirga salah satu peserta vaksin. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *