Lanjutkan Bangun Rumah Kembali, Tetap Tunggu Janji Pemerintah

Sebagian warga yang mulai membangun kembali tempat tinggal mereka, Rabu (7/4) kemarin. ( FOTO: Elfira/Cepos)

Mengunjungi APO Pasca Lima Bulan Mengalami Musibah Kebakaran

Pasca kebakaran yang melahap 60 unit rumah dan sebanyak 176 KK kehilangan tempat tinggal. Sebagian warga masih memilih mengungsi dengan cara mengontrak rumah, namun ada sebagian yang kembali membangun rumah mereka. Lantas seperti apa saat ini ?

Laporan: Elfira

Puing-puing kayu bekas kebakaran masih berada di lorong-lorong rumah yang dindingnya tak utuh. Tak ada percakapan ataupun kerumunan warga seperti 7 bulan yang lalu pasca kebakaran yang terjadi di pemukiman warga di APO Kali Waspada, Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara pada November 2020 silam, lokasi tersebut terlihat sepi.

Pasca kebakaran yang melahap 60 unit rumah dan sebanyak 176 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Sebagian warga masih memilih mengunsi dengan cara mengontrak rumah, namun ada sebagian yang kembali membangun rumah mereka.

Di beberapa sudut, terlihat satu dua orang sedang mengerjakan rumah mereka. Suara mesin pemahat kayu dari beberapa rumah terdengar bising mengalahkan derasnya aliran sungai pada Rabu (7/4) siang.

Trisno, salah satu warga korban kebakaran memilih membangun kembali rumahnya lantaran ia tak bisa terus-terusan berada di rumah kontrakan yang ia tempati sejak 4 bulan belakangan. Apalagi ayah dua anak itu tak memiliki pekerjaan tetap.  “Kembali membangun agar bisa jualan kecil-kecilan untuk pemasukan saya, biar tidak bayar uang kontarakan lagi,” ungkap pria 50 tahun itu.

Trisno membangun kembali rumah yang ia tempati sejak 34 tahun silam itu dengan bantuan dari rekan dan kerabatnya, ada yang membantu semen, pasir hingga tripleks. Sementara bantuan dari pemerintah belum ia dapatkan hingga saat ini.  Padahal menurutnya, pemerintah pernah menjanjikan bantuan untuk korban kembakaran kembali membangun rumah mereka.

“Kalau bisa ada perhatian dari pemerintah meringankan beban kami, sehingga korban lainnya tidak ngontrak lagi. Korban lainya ingin sekali kembali membangun rumah mereka tapi tidak ada dana,” ungkap  ayah dua anak itu.

Ketua RT 01 RW 4  Sahabudin  (47) mengaku, kondisi korban kebakaran di APO sebagian besar masih mengunsi. Belum ada dana untuk mereka kembali membangun tempat tinggal mereka.

Sebagian besar warga korban kebakaran sangat berharap bantuan dari pemerintah sebagaimana yang pernah dijanjikan, hanya saja hingga saat ini belum ada bantuan yang dari pemerintah kepada korban kebakaran tersebut.

“Baru sebagian kecil  warga saya yang sudah mulai membangun kembali rumah mereka, lainnya masih ngontrak karena belum punya dana untuk kembali membangun,”

Jika benar bantuan itu ada untuk korban kebakaran, maka secepatnya disalurkan. Sehingga warga  kembali membangun rumahnya ketimbang mereka menyewa rumah kontrakan lagi dengan kondisi pandemi saat ini.

Dilain sisi,  para korban kebakaran berharap adanya permintaan maaf dari pemilik rumah awal mula kebakaran terjadi. Mereka yang menganggap kejadian kebakaran sebagai kelalaian  mencari keadilan agar harta benda yang mereka kumpulkan bertahun tahun bisa diganti rugi.   “Rumah saya terbakar merupakan satu-satunya tanda mata dari orang tua saya yang sudah meninggal,” ucap pria 40 tahun itu.

Sudah hampir lima bulan ia dan ketiga anaknya ngekos pasca kebakaran, Sahabudin juga belum punya dana untuk kembali membangun rumah peninggalkan orang tuanya itu. “Kalau sudah ada dana pasti membangun kembali, karena itu adalah rumah kenangan yang saya tinggali selama 40 tahun bersama keluarga,” kenangnya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *