Gubernur Apresiasi Kiprah Muhammadiyah di Bidang Pendidikan

Suasana pelaksanaan wisuda Universitas Muhammadiyah (UM) Papua di Hotel Grand Abe, Rabu (7/4) kemarin. ( FOTO: HUMAS)

Pelaksanaan Wisuda UM Papua Ikuti Prokes

JAYAPURA- Gubernur Papua melalui Staf Ahli Bidang Otonomi Khusus Tri Warno Purnomo, SSTP., M.Si memberi apresiasi tinggi atas kiprah Muhammadiyah dalam bidang pendidikan di Papua. Kiprah ini, menurutnya, sangat dibutuhkan dalam pembangunan Papua, agar pembangunan dapat berjalan sesuai yang direncanakan.

Hal ini disampaikan Gubernur saat memberi sambutan pada Wisuda Program Sarjana Universitas Muhammadiyah Papua, di Hotel Grand Abe Rabu (7/4) kemarin .  Wisuda di masa pandemi Covid-19 ini berjalan lancar dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“UM Papua sudah berkiprah dalam mewujudkan generasi emas Papua. Inilah wujud partisipasi semua komponen di Papua dalam mencapai visi misi pemerintah Provinsi Papua,” katanya. Gubernur berharap para sarjana alumni UM Papua terus lakukan terobosan bagi masyarakat, karena dibutuhkan pemikiran akademis untuk membangun Papua.

Sejalan dengan itu, pada kesempatan yang sama Rektor UM Papua Prof. Dr. H.R. Partino, M.Pd., melalui laporan akademiknya menjelaskan bahwa UM Papua lahir sebagai ikhtiar untuk mencerdaskan bangsa di Tanah Papua, membantu dan bersinergi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah.

“Oleh karena itu harapan besar kami juga bahwa pemerintah baik pusat maupun daerah dapat turut andil dalam mengembangkan dan membesarkan UM Papua sehingga kelak akan menjadi Universitas Berkelas Dunia yang berada di Tanah Papua, yang akan menjadi kebanggaan kita bersama,” demikian harapan Rektor.

  Kepala LLDIKTI XIV Wilayah Papua dan Papua Barat, Suriel S. Mofu, S.Pd., M. Ed., M.Phil. “Terima kasih pada Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat atas dukungan langsung dan tidak langsung yang telah diberikan. Semoga semakin meningkat dari waktu ke waktu,” pesan Mofu.

Kepala LLDIKTI memaparkan data terperinci, bagaimana pandemi Covid -19 membuat jumlah mahasiswa yang aktif kuliah semakin menurun di Papua dan Papua Barat. Hal ini menurutnya karena keterbatasan kemampuan keuangan mahasiswa sekaligus orang tua, tidak ada dukungan gadget yang mutlak dibutuhkan dalam pembelajaran online, dan keterbatasan akses pada jaringan internet.

Mewakili Majelis Dikti Litbang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr. H.M. Noor Rochman Hadjam, S.U. Psikolog, juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Papua. Ia juga berpesan pada para wisudawan agar senantiasa dan tetap aktif meningkatkan ilmu pengetahuan di masa pandemi.  Ya, seperti webinar-webinar, baik yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah dan pihak lainnya, untuk mendapatkan ilmu dan sertifikat sebagai modal untuk meningkatkan sekaligus menunjukkan kapasitas diri. (humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *