Wushu Papua Target 3 Emas

Ketua Harian Pengprov Wushu Papua Mayor Inf. Jhoni F didampingi Sekertaris Umum Wushu Pengprov  Papua, Pelatih Kepala Wushu dan Ketua Pengkab Wushu Kabupaten Merauke saat meninjau  GOR  Venue Wushu PON Papua XX tahun 2021, Senin (5/4). ( foto: Sulo/Cepos )  

PON 2021 Papua

MERAUKE-  Ketua Harian Pengprov Wushu Papua Mayor Inf. Jhoni F  yang juga Ketua Panpel PON XX untuk cabang Wushu didampingi Sekertaris Umum Pengprov Wushu dan Ketua Pengkab Wushu Kabupaten Merauke meninjau secara langsung venue pelaksanaan PON XX di gedung GOR Hiad Say Merauke, Senin (5/4).

Kepada wartawan,  Jhoni mengungkapkan bahwa kedatangannya bersama dengan Sekum dan Pelatih Kepala Wushu Papua   ke Merauke  untuk melihat secara langsung venue PON XX   untuk Wushu untuk bisa segera disetting.

‘’Karena setelah peninjauan ini,  atlet kita bisa segera berada di Merauke untuk dapat menyesuaikan dan melakukan latihan disini,’’ jelasnya.

Jhoni menambahnkan bahwa ada 11 atlet Sanda dan 5 atlet Taulo yang disiapkan untuk PON XX. ‘’Selaku tuan rumah, saya berpikir kita semua harus memberikan dukungan sehingga apa yang dilakukan ini  untuk mendukung PON Papua,’’ terangnya.

Jhoni F menyebut bahwa untuk PON  XX  ini,  pihaknya menargetkan  3 emas dari  total 32 emas yang diperebutkan. ‘’Kita tidak muluk-muluk. Kita menargetkan  hanya 3 emas. Kalau lebih  syukur,’’ terangnya.

Dikatakan,  Papua tidak muluk-muluk terkait dengan target emas   tersebut. Sebab, menurutnya, Papua merupakan pendatang baru di cabang olahraga Wushu tersebut. ‘’Dibanding dengan Jakarta, Jogja, dan Surabaya  yang sudah lebih lama dan profesional,’’ tandasnya.

Selain  melihat langsung kesiapan venue Wushu  tersebut, lanjut  Jhoni, pihaknya juga akan melakukan  seleksi  kembali beberapa atlet Wushu Kabupaten Merauke. Sebab,  beberapa  atlet Whusu  yang sudah disiapkan saat ini cidera dan  sakit sehingga perlu diganti.

‘’Kalau dari Merauke, sudah ada 3  atlet Wushu yang sudah kita siapkan  untuk PON XX  besok. Tapi, kita akan melihat langsung latihan nanti sore dari beberapa atlet   yang dilatih  oleh Pengkab Wushu Kabupaten Merauke. Makanya, kedatangan kita ke sini sama-sama dengan pelatih kepala,’’ tandasnya.

Sementara  itu, Pelatih Kepala Wushu Papua untuk Sanda, Adriani Mandey mengatakan potensi atlet wushu di Papua  cukup besar. Hanya kendala yang dihadapi, dimana waktu yang diberikan untuk  mempersiapkan para atlet  tersebut sangat pendek.  (ulo/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *