Vanili 3 Miliar Lebih Diamankan

Barang bukti buah Vanili yang beratnya hampir mencapai 1 ton diamankan d Mako Satrol, Porasko Jayapura. (Gamel/cepos)

JAYAPURA – Satuan Patroli Laut (Satrol) Lantamal X Jayapura berhasil menggagalkan upaya penyelundupan buah vanili dengan jumlah fantastis, hampir 1 ton.
Jumlah seberat ini jika diuangkan bisa berkisar Rp 3,7 miliar. Harga perkilo vanili kering saat ini seharga Rp 3,8 juta/Kg. Empat kurir berinisial KL (37), NY (36), PB (18) dan RM (51) langsung diamankan dan digelandang ke Mako Satrol, Porasko Jayapura. Danlantamal X Jayapura, Laksamana Pertama TNI Yeheskiel Katiandagho SE., MM menyampaikan upaya penggagalan penyelundupan vanili dengan berat 984,6 Kg ini tak lepas dari laporan masyarakat.

Namun pihaknya menduga jika upaya ini bukan pertama kali tetapi sudah berulang kali dilakukan. Vanili – vanili ini nantinya akan diterima oleh seorang pengusaha bernama Ida yang tinggal di Koya. Dari keterangan yang disampaikan Danlantamal diketahui jika penggagalan upaya penyelundupan ini dilakukan Selasa (6/4) sekira pukul 06.40 WIT, Tim TFQR memberikan informasi kepada Dansatrol Lantamal X, bahwa akan ada speedboat dari PNG yang melewati perbatasan menuju Jayapura yang diindikasi membawa muatan. Selanjutnya Dansatrol Lantamal X memerintahkan Tim TFQR untuk menindak lanjuti info tersebut dan Kepala Tim Sea Rider 02, Serma SBA Rein S. Huwae bertolak dari Mako Satrol Lantamal X untuk melaksanakan patroli dan pemantauan identifikasi speedboat yang akan melintas melewati perairan Tanjung Jar.

“Setelah diperiksa ternyata benar tidak ada surat – surat dan dokumen sahnya,” jelas Yeheskiel saat menggelar press rilis di Mako Satrol Lantamal X. Dari hasil ini dikatakan pihaknya akan langsung menyerahkan kepada pihak imigrasi untuk ditindaklanjuti dengan aturan main keimigrasian. “Empat pelaku ini perannya sedang kami selidiki tapi biasanya untuk penyelundupan barang haram dengan jumlah seperti ini bisa diyakini jika pelaku statusnya hanya kurir. “Kami pikir bukan sekali ini saja tapi sudah pernah sebelumnya dan kita akan selidiki lebih jauh,” imbuhnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *