Pemprov dan Polda Buka Penerimaan 2.000 OAP jadi Bintara

Suasana rapat bersama Polda Papua terkait penerimaan 2.000 bintara khusua OAP, di Gedung Negara, Senin (5/4) lalu. ( FOTO: BPSDM Papua for Cepos)

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan Kepolisian Daerah (Polda) Papua akan membuka penerimaan 2.000 calon bintara Polri bagi pemuda-pemudi Orang Asli Papua (OAP) dari lima wilayah adat di Papua yakni La Pago, Me Pago, Tabi, Saireri dan Animha.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Aryok AF Rumaropen,SP.Meng mengatakan, penerimaan Bintara OAP itu disepakati Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP.MH, Wakil Gubernur Klemen Tinal,SE,MM, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri dan Wakapolda Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto saat rapat bersama, Senin petang (5/4)  di Gedung Negara,  Dok V Jayapura.

“Rapat antara Gubernur, Wakil Gubernur, Kapolda dan Wakapolda, satu poin dibahas adalah persiapan penerimaan 2. 000 Secaba Polri khusus OAP. Kesepakatan ini segera kami tindaklanjuti,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos dalam rilisnya, Selasa (6/4).

Rapat ini juga dihadiri Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, drg. Aloysius Giay, M. Kes, Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Papua Kombes Alfred Papare dan  Kepala Biro Umum Setda Papua, Elpius Hugi, S.Pd.MA.

Diakuinya, untuk pembiayaan penerimaan dan pendidikan 2.000 OAP itu dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua tahun ini.

“Gubernur dan Wagub memerintahkan BPSDM berkoordinasi dengan Polda Papua untuk penerimaan dan pendidikan Bintara Polri putra-putri OAP. Teknisnya, Polda Papua mengajukan kebutuhan penganggarannya kepada Pemprov Papua melalui BPSDM. Kemudian BPSDM ajukan ke tim anggaran untuk diakomodir,”jelasnya.

Wagub Papua menekankan bahwa penerimaan Bintara Polri harus OAP, sehingga pemuda-pemudi yang berada di kampung-kampung di seluruh Provinsi Papua mendapat kesempatan berkarier dan mengabdi di Polri.

  Dia menambahkan,  selain pembiayaan dari Pemprov Papua, proses saat seleksi kesehatan juga akan melibatkan tim RSUD Dok II Jayapura.

“Gubernur dan Wagub juga meminta saat proses seleksi kesehatan melibatkan tim kesehatan Provinsi Papua dari RSUD Dok II Jayapura dan Dinas Kesehatan,”ujarnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *