Jamaah yang Kurang Sehat Jangan ke Masjid, Khotbah Tak Lebih dari 15 Menit

Petugas di Masjid Raya Baiturrahim Jayapura, melakukan pembersihan di areal masjid dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Foto ini diambil Minggu (4/4) lalu. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Kesiapan Pengurus Masjid Dalam Mempersiapkan Salat Tarawih

Pandemi Covid-19 sudah setahun lebih, namun pandemi Covid belum selesai,  jumlah kasusnya di Kota Jayapura masih turun naik. Kendati dekikian Pemkot Jayapura telah mengizinkan pelaksanaan  Salat Tarawih di masjid dan musala. Bagaimana pengurus masjid dan musala mempersiapkan pelaksanaan ibadah sesuai protokol kesehatan?

Laporan: Priyadi

Tahun lalu, ibadah Salat tarawih di masjid dan musala dilarang, namun untuk tahun ini Pemkot Jayapura mengizinkan pelaksanaan ibadah salat tarawih di masjid dan musala. Umat muslim di Kota Jayapura menyambut baik kebijakan Pemkot tersebut.

Mendekati bulan suci Ramadan biasanya masjid dan musala sudah berbenah baik melakukan pembersihan masjid, musala, pengecatan, perbaikan sound system maupun dalam pembentukan panitia amaliyah Ramadan 1442 H/ 2021 M, dimasing masing pengurus masjid.

Seperti di Masjid Raya Baiturrahim Provinsi Papua di Jayapura, telah terbentuk  Ketua Amaliyah Ramadan 1442 H/2021 M diketuai oleh M. Rasyid Tumenggung Mayang. M.Si..  Rasyid mengatakan, pengurus di Masjid Raya Baiturrahim Provinsi Papua di Jayapura telah melakukan rapat dan membuat panitia Amaliyah Ramadan 1442 H/2021 M, dan dengan adanya kebijakan pemerintah salat tarawih bisa dilakukan secara jamaah dengan menerapkan prokes tentu pihaknya tetap lakukan dengan baik, dimana bagi jamaah yang akan salat berjamaah tetap diperiksa suhu badan, harus memakai masker (di masjid juga disediakan masker jika jamaah mau ganti masker), disediakan hand sanitizer,tempat cuci tangan, serta tetap diatur jarak safnya supaya tidak berdekatan dalam menghindari penyebaran Covid-19.

  “Kami juga ingatkan kepada jamaah yang ingin salat terawih bersama bagi mereka yang sedang sakit, ada riwayat sakit sebaiknya jangan dipaksakan dulu untuk salat berjamaah demi kesehatan dan keselamatan bersama, termasuk bagi anak-anak untuk orang tua bisa mengerti juga jika anaknya masih kecil masih suka lari-lari ke masjid atau masih ribut dan suka menangis sebaiknya jangan diajak dulu  karena ini demi menjaga kenyaman dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah salat berjamaah,’’katanya, Selasa (6/4)kemarin.

  Hal lainnya, karena biasanya dalam melaksanakan salat tarawih saat puasa jamaahnya banyak sementara harus jaga jarak maka untuk ruangan lantai tiga masjid Raya juga difungsikan termasuk aula di bawahnya supaya kapasitas juga bisa terpenuhi walaupun dilakukan jaga jarak.

Untuk itu, diharapkan jamaah harus tetap mendukung dan mengikuti Prokes yang ada supaya dalam beribadah juga nyaman dan aman.  “Kami juga memberitahukan kepada penceramah saat salat tarawih dalam memberikan tausiah jangan lebih 15 menit ikuti aturan pemerintah dan kami ambil penceramah yang tinggalnya dekat dengan masjid kami supaya lebih mudah dalam hal ketepatan waktu saat datang,’’imbuhnya.

Diakui memang dalam bulan Ramadan biasanya dilakukan buka puasa bersama, mengadakan kegiatan tadarus Al-Quran, peringatan nuzulul Qur an, dan lainnya tetap dilakukan namun tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik, karena jika umat islam sehat maka dalam melaksanakan ibadah akan lebih nyaman dan khusyuk. Oleh sebab itu, dukung aturan pemerintah demi keselamatan dan kesehatan bersama.

  Selaku Ketua MUI Kota Jayapura KH Zulham Ma’mun sangat berterimakasih kepada pemerintah karena telah telah mengizinkan umat islam untuk bisa melaksanakan salat tarawih secara berjamaah, sehingga umat muslim islam harus mendukung kebijakan pemerintah dengan baik, jika disuruh terapkan protocol kesehatan ya harus menerapkan dengan baik karena ini demi keselamatan dan kesehatan bersama.

‘’Ada panduan soal pelaksanaan ibadah Ramadan yang diturunkan oleh Kemenag RI ini bisa dijalankan dan terus disosialisasikan kepada umat islam supaya paham betul panduan ini,’’akunya.

Dijelaskan, Kementerian Agama menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M. Edaran ini ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta para Pengurus dan Pengelola masjid dan musala.

Sementara itu, Udin salah satu jama’ah terbiasa salat di Masjid Baitul Hikmah Entrop, mengaku, sangat senang dan berterima kasih kepada pemerintah karena tahun ini telah mengizinkan untuk bisa melaksanakan salat tarawih secara berjamaah walaupun tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Baginya ini tidak jadi masalah karena hanya dengan menerapkan Prokes ini hal yang mudah dilakukan, sehingga ia berharap ini juga harus menjadi perhatian bagi umat muslim lainnya.

Dan soal bagi jamaah ada yang sudah lansia, punya riwayat sakit atau dalam keadaan tidak sehat sebaiknya juga jangan dipaksakan datang ke masjid dan musala untuk salat berjamaah, karena ini demi menjaga keselamatan dan kesehatan bersama.

Termasuk bagi anak-anak yang masih rentan imunitas tubuhnya ataupun belum bisa ikut menjaga ketentraman salat juga harus menjadi perhatian orang tua masing-masing, karena dalam melaksanakan ibadah harus dilakukan secara khusyuk dan tenang, jangan ada kegaduhan yang

dilakukan oleh anak-anak, apalagi ini di rumah Allah SWT dan kita menghadap untuk berdoa tentu dibutuhkan ketenangan dan kenyamanan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *