Hari ini Universitas Muhammadiyah Gelar Wisuda “Perdana”

Rektor UM Papua Prof. H.R. Partino, M.Pd.,  bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Indah Sulistiani, M.I.Kom (kiri) dan para pengajar foto bersama usai pelaksanaan yudisium beberapa waktu lalu. ( FOTO: Humas)

JAYAPURA- Universitas Muhammadiyah Papua (UM Papua) menggelar wisuda “perdana” hari ini, di Hotel Grand Abe Rabu (7/4) hari ini. Wisuda ini merupakan yang pertama sejak alih status menjadi Universitas pada 6 Oktober 2020, dan merupakan wisuda yang ke-16 jika terhitung dari sejak berdirinya sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Muhammadiyah (STIKOM) Jayapura.

Pada kesempatan ini 74 orang mahasiswa diwisuda secara langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Universitas Muhammadiyah Papua secara  resmi  berdiri dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No 937/M/2020 Tanggal 6 Oktober 2020. UM Papua merupakan perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Komunikasi (STIKOM) Muhammadiyah Jayapura yang berdiri sejak Tahun 2001.” Demikian dijelaskan Rektor UM Papua Prof. H.R. Partino, M.Pd., Selasa (6/4) kemarin.

Rektor menjelaskan total wisudawan-wisudawati pada Wisuda Perdana UM Papua program sarjana berjumlah 74 orang, terdiri dari 54 laki-laki dan 20 perempuan. “UM Papua sekarang ini baru mewisuda lulusan dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Program studi lainnya, Insya Allah akan diwisuda pada tahun 2024.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Indah Sulistiani, M.I.Kom., merincikan, dari 74 orang wisudawan/wisudawati Prodi Ilmu Komunikasi tersebut 15 orang mahasiswa dari Konsentrasi Broadcasting (Penyiaran), 28 orang mahasiswa dari Konsentrasi Jurnalistik, dan 31 orang mahasiswa dari Konsentrasi Public Relations (Hubungan Masyarakat).

UM Papua, jelasnya lagi, memiliki 7 Program Studi dengan jenjang Sarjana. Program Studi dimaksud adalah Hukum, Ilmu Komputer, Ilmu Komunikasi, Ilmu Lingkungan, Kewirausahaan, Psikologi, dan Kehumasan – yang sedang dalam proses perubahan dari Diploma III menjadi Program Sarjana Terapan–.

“Tidak semua mahasiswa angkatan yang sama bisa mengikuti wisuda ini karena berbagai alasan, karena masih di daerah sejak masa awal Covid belum kembali ke kampus, dan juga karena kendala biaya, faktor akademik dan lainnya. Kita berharap mereka dapat menyelesaikan dan mengikuti wisuda di kesempatan berikutnya” pungkas Indah. (humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *