Dibubarkan Secara Paksa!

Kombes Pol. Gustav R Urbinas ( FOTO: Elfira/Cepos)

300 Personel Polri Disiagakan Antisipasi Rencana Demo

JAYAPURA- Beredar seruan aksi solidaritas  mahasiswa dan rakyat Papua tutup Freeport yang akan dilaksanakan, Rabu (7/4) hari ini.

Dimana titik kumpul yakni Kampus Uncen Abepura, Kampus Uncen Waena, Expo Waena Pos 7 Sentani, Imbi Jayapura dengan lokasi aksi kantor Gubernur Provinsi Papua.

Terkait dengn hal tersebut, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R Urbinas menegaskan, aksi tersebut tidak boleh dilaksanakan. Sebab, secara kajian norma hukum untuk pemberitahuan aksi yang dilakukan tidak memenuhi syarat. Dimana mereka menyampaikan pemberitahuan satu hari sebelum aksi.

Padahal lanjut Gustav Urbinas, seharusnya minimal 3 hari sebelum kegiatan sudah harus membuat surat pemberitahuan. Bahkan peraturan pemerintah mengatur 7 hari sebelum adanya aksi sudah harus ada surat pemberitahuan.

Selain itu, khusus penanganan pandemi hal ini sangat tidak dibenarkan. Sebagaimana instruksi Wali Kota Jayapura tidak mengizinkan kegiatan yang  mengumpulkan masa maupun menyebabkan kerumunan massa, terlebih konvoi atau titik kumpul.

“Secara tegas saya mengimbau tidak melaksanakan kegiatan semacam ini. Apabila tetap dilaksanakan saya mengambil langkah tegas untuk membubarkan secara paksa,” tegas Kapolresta Gustav Urbinas kepada Cenderawasih Pos, Selasa (6/4).

Disampaikan Gustav, dirinya baru menerima surat pemberitahuan aksi pada Selasa (6/4) kemarin. Sesuai pengkajian terkait dengan perundang-undangan bahwa aksi tersebut tidak memenuhi syarat untuk dilaksanakan. Sebab pemberitahuannya dilaksanakan H-1.

“Kita akan keluarkan surat untuk menjawab pemberitahuan itu dan segera mengkonfirmasi kepada pihak yang memohon atau yang mengajukan untuk menyampaikan dan mengimbau untuk tidak melaksanakan aksi,” jelasnya.

Lanjutnya, aksi seperti ini sebaiknya diakomodir dalam bentuk  yang lain. Misalkan, audiens dan lain sebagainya kepada pihak yang ingin ditemui dengan bersurat terlebih dahulu secara terbatas.

“Apabila ada yang tidak menghindari  dan mengindahkan apa yang saya sampaikan, dengan terpaksa kami akan bubarkan dengan  menyiapkan personel kita di lapangan  untuk mengantisipasi adanya seruan aksi tersebut,” ungkapnya.

Adapun anggota nantinya diploting di semua wilayah di Kota Jayapura. Namun yang menjadi titik berat pengamanan yakni wilayah Heram dan Abepura. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan atau dampak yang ditimbulkan dari aksi tersebut yang merugikan orang banyak. “Sebanyak 300 personel disiagakan untuk mengantisipasi hal ini,” tutupnya.

 

Secara terpisah Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Makbon juga menegaskan akan membubarkan  masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi dengan turun ke jalan di Sentani, hari ini.

Berdasarkan informasi,   aksi tersebut dilakukan terkait seruan untuk menutup PT. Freeport Indonesia yang ada di Tembagapura, Kabupaten Mimika. “Kita tidak mengizinkan itu, tentunya kita bubarkan,” kata Viktor Dean Mackbon, saat dikonfirmasi, Selasa (6/4).

Dean Mackbon mengatakan sehubungan dengan rencana aksi yang akan digelar hari ini, pihaknya belum pernah mendapatkan pengajuan izin dari kelompok masyarakat yang akan menggelar aksi.

Meski begitu pihaknya juga tidak akan menerbitkan surat izin keramaian apalagi saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Dimana secara nasional masih dibatasi mengenai kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Silakan menyampaikan aspirasinya langsung ke kantor di mana yang akan dituju.  Tidak boleh melakukan aksi di jalanan,” tegasnya.

Sehubungan dengan rencana tersebut pihaknya telah mengirim utusan dari kepolisian untuk menemui penanggung jawab atau koordinator aksi. Dimana kepolisian juga berjanji akan memfasilitasi masyarakat apabila  ingin menyampaikan aspirasinya langsung kepada pihak-pihak  yang menjadi sasaran mereka untuk menyalurkan aspirasinya.

“Kita imbau dulu. Mungkin ada korlapnya, terus keinginannya apa? Kami sudah minta anggota untuk ketemu, persuasiflah apa yang ingin mereka sampaikan. Kalau dia mau ke DPR ya nanti ketemu dengan DPR langsung atau kantor gubenur,” ujarnya.
Terkait dengan rencana aksi tersebut pihaknya telah menyiagakan  satu kompi anggotanya. Tentunya dalam penanganannya, tetap mengedepankan upaya persuasif.(fia/roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *