Rencanakan Razia Sajam Besar-besaran   

Razia Kendaraan bermotor sekaligus dengan pembawaan sajam dan miras yang dilakukan aparat Polres jayawijaya di wilayah Sinakma Wamena, belum lama ini.  ( FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA- Polres Jayawijaya  bakal melakukan operasi terhadap senjata tajam (Sajam) secara gabungan bersama aparat TNI dan Satpol PP Pemda Jayawijaya. Hal ini dilakukan guna menindak lanjuti aksi demo yang dilakukan beberapa hari lalu, dimana warga meminta jaminan keamanan dari Pemerintah dan aparat keamanan.

  Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen, S.Sos ,MM mengakui selain miras pembawaan sajam dalam kota juga sebagai pemicu tindak kriminal dalam Kota Wamena dan sekitarnya. Oleh karena itu, pihaknya telah memulai untuk melarang masyarakat luas siapapun agar tidak membawa sajam selama melakukan aktifitas dalam Kota.

  “Kami sudah memulai terus menerus, namun untuk tindak lanjutnya kita akan melakukan razia sajam secara besar -besaran bersama aparat gabungan TNI/Polri bersama dengan Satpol PP pemda ini kita tertibkan agar tidak boleh masyarakat membawa saja dalam melakukan aktifitas dalam Kota ,”ungkapnya Senin (5/4) kemarin.

   Ia juga menyatakan penggunaan parang , kampak dan beberapa benda tajam lainnya itu biasanya digunakan di kebun dan di rumah untuk melakukan satu pekerjaan, tetapi kalau di bawah -bawah dalam kota saat melakukan aktifitas ini tidak wajar dan  bisa memicu adanya tindak kriminal.

  “Sajam yang dibawa ke dalam kota ini akses tindak kejahatan, artinya apabila ada kesempatan untuk melakukan tindak kejahatan, maka alat tajam yang dibawa itu langsung digunakan untuk melakukan kekerasan kepada warga yang lain,”jelas Kapolres.

  Kata Kapolres, pembawaan sajam dalam kota saat melakukan aktifitas ini selalu menjadi masalah, contoh seperti korban kekerasan di Sinakma   terhadap korban Ida Patadianan kemarin, merupakan salah satu korban akibat pembawaan sajam saat melakukan aktifitas. Oleh karena itu kebiasaan seperti ini tak bisa untuk terus dibiarkan.

  “Kita lihat pembawaan sajam saat melakukan aktifitas dalam Kota ini seperti sebuah kebiasaan, oleh karena itu kita harus tindak lanjuti dengan melakukan razia sehingga masalah kriminal dari pembawaan sajam ini bisa diminimalisir,”katanya.

  Kapolres juga mengingatkan apabila sajam ini dipegang oleh warga yang dalam keadaan mabuk, maka sajam ini sering kali digunakan untuk melakukan tindakan kriminal , seperti penganiayaan, begal, pengancaman, jambret, dan perampasan saat ada kesempatan.

  “Aaksi -aksi kriminalisme yang terjadi ini membuat kami kepolisian tak bisa tinggal diam, ini adalah panggilan tugas kami selaku aparat keamanan sehingga terus menerus saya minta kepada anggota untuk terus melakukan razia tanpa terputus,”tutupnya. (Jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *