Kapasitas Nelayan Akan Ditingkatkan

Cold Storage milik Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dengan kapasitas 200 ton akan mendukung pengiriman ikan ke luar. ( FOTO: Fiktor/Cepos)

Untuk Mendukung Rencana Ekspor Ikan Keluar Negeri

BIAK-Dinas Perikanan Kabupaten Biak Numfor akan memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kapasitas nelayan. Hal itu akan dilakukan secara serius dalam rangka mendukung rencana ekspor ikan keluar negeri, khususnya kebeberapa Negara, seperti Jepang dan Cina.

   Peningkatan kapasitas nelayan yang dimaksud seperti pelatihan terkait mutu tangkapan mulai dari ukuran dan jenis ikan standar ekspor, cara mematikan ikan dengan tepat, penanganan ikan tangkapan ketika sudah di perahu dan sejumlah hal lainnya terkait dengan mutu ikan dengan standar ekspor dimaksud.

   “Kalau ikan yang dikirim ke luar negeri tentu tidak sama ketika kita mengirim ikan secara lokal, jenis ikannya ada, syarat dari penerima ikan di sana (di luar negeri) juga pasti ada dan ini yang akan disosialisasikan ke semua nelayan,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Biak Numfor Efendi Igiriza, S.Pi.,MM kepada Cenderawasih Pos, Senin (5/4) kemarin.

   Menurutnya, sosialisasi dan peningkatan kapasitas bagi nelayan perlu dilakukan dengan maksud hasil yang didapatkan mereka lebih maksimal dan dapat mendorong pendapatan mereka lebih baik lagi. Salah satunya dengan fokus pada beberapa ikan, khsusunya ikan dengan dinilai atau standar yang telah ditentukan.

   “Selama ini kan ikan nelayan belum fokus, nah kalau nantinya sudah ada investor yang siap memfasilitasi pengiriman ke luar negeri maka mereka akan focus pada ikan tuna, karena yang diminta sesuai dengan ekspor kemungkinan tuna,” tandasnya.

   Lalu bagaimana dengan pengiriman ikan ke Surabaya? Efendi mengatakan, untuk pengiriman ikan masih berlanjut dan pengiriman kedua telah dilakukan. Bahkan untuk ikan ke Surabaya pada dasarnya akan tetap dilakukan berkesinambungan.

   “Kalau untuk ke Surabaya masih sifatnya pengiriman lokal, ikannya juga belum terfokus, namun kalau ke luar negeri nantinya tentu syarat dan standar ikan yang diminta tentu lebih fokus nanti,” pungkasnya.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *