Jembatan Alternatif Putus, Warga Aimaleo  Kesulitan Melintas 

JEMBATAN PUTUS: Sejumlah warga melihat kondisi jembatan alternatif di mata air kali kecil Kampwolker, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Senin (5/4). ( FOTO:Noel/Cepos)

JAYAPURA-Jembatan alternatif di mata air kali kecil Kampwolker, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Senin (5/4) kemarin putus akibat hujan deras. Akibatnya warga yang tinggal di kampung Aimaleo yang hendak ke Perumnas III sulit untuk melintas.

Salah seorang warga Aimaleo, Roland Tabuni mengaku sangat terganggu dengan putusnya jembatan tersebut. Roland mengatakan, warga yang menggunakan sepeda motor tidak bisa melintas karena jembatan ambruk.

“Tadi pas melintas, saya kira jalan bagus. Tetapi sampai di jembatan, ternyata jembatan putus. Terpak saya harus putar balik dengan jarak yang cukup jauh dan ini membuat kami sangat terganggu,” ucapnya kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Roland Tabuni berharap Pemkot Jayapura dalam hal ini instansi terkait dapat melihat kondisi ini. Pasalnya akibat hujan deras, Minggu (4/4) malam mengakibatkan beberapa infrastruktur jalan dan jembatan rusak.

Keluhan yang sama juga disampaikan Rey salah seorang mahasiswa yang terpaksa meninggalkan motornya saat hendak membeli sesuati di jalan utama Perumnas III.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Bernard J. Lamia, mengakuinya patahnya jembatan alternatif di kali kecil Kampwolker tersebut merupakan dampak dari hujan deras. Untuk perbaikan jembatan alternatif ini akan diusulkan ke pemerintah pusat.

Bernard Lamia berharap bisa teralisasi dananya tahun ini. Karena memang banyak hal seperti ini juga diusulkan pemerintah daerah lain di seluruh Indonesia. Jadi masyarakat tetap bersabar bisa lewat jembatan alternatif lainnya.

“Saya sudah lakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kepala Kelurahan Yabansai, serta anggota DPRD Kota Jayapura daerah pemilihan sana. Nantinya tetap kita akan perbaiki. Namun harus diusulkan dulu ke pusat. Kapan terealisasi dananya turun, kita belum tahu, karena menunggu jawaban dari pusat. Karena dari pusat juga banyak usulan seperti ini diseluruh Indonesia,”katanya, Senin (5/4)kemarin.

 Diakui, jika dilakukan perbaikan dari dana APBD saat ini, APBD Kota Jayapura sangat terbatas karena adanya refocusing dampak dari wabah Corona. Dan jika diusulkan tahun depan dengan APBD tentu bisa. Namun kalau diusulkan dana APBN tidak bisa diketahui apakah bisa sekarang terealisasi atau tahun depan atau tahun depannya lagi.

Bernard menjelaskan, sejatinya tahun lalu di bawah jembatan alternatif yang patah juga setelah dilakukan perbaikan. Karena di daerah tersebut banyak jembatan alternatif yang dibuat di anak kali kecil sungai Kampwolker.

Untuk itu, masyarakat diharapkan bersabar dulu dan bisa menggunakan jembatan alternatif di mata air kali kecil Kampwolker lainnya sambil menunggu perbaikan jembatan alternatif tersebut.

Dirinya berharap masyarakat jangan lagi menebang pohon seenaknya. Karena jika terjadi hujan deras maka air dari hulu sungai Kampwolker bisa besar dan akibatnya bisa mematahkan jembatan alternatif di mata air sungai kecil di bawahnya.

 “Yang lebih penting lagi menyangkut keselamatan, jangan sampai ada warga yang terdampak longsor akibat adanya hujan deras, sehingga jangan menebang pohon lagi. Namun kalau hanya jembatan patah saja pasti bisa diperbaiki dan nunggu dananya ada. Sementara waktu masyarakat bisa melewati jembatan alternatif lainnya dulu,”imbuhnya.

  Ditegaskan juga, biasanya jika tidak ada hujan deras mata air kali Kampwolker juga tidak ada airnya. Namun saat terjadi hujan deras bisa banjir seperti ini. Hal ini diakibatkan karena perambahan hutan di atas yang masih sering dilakukan sekelompok masyarakat.(oel/dil/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *