Uncen Miliki Sarpras Olahraga Kualitas Internasional

Bangunan prasarana olahraga yang dikerjakan Dirjend Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua yang telah rampung dan diserahkan kepada Uncen pada Kamis (1/3) kemarin. Dari sarpras ini Uncen makin bersemangat untuk menciptakan bibit – bibit atlet (Foto: Gamel Cepos)

Rektor Ingin Uncen FC Tembus Divisi 1

JAYAPURA – Rektor Universitas Cenderawasih, Dr., Ir., Apolo Safanpo ST., MT terlihat bahagia usai menerima secara resmi paket pekerjaan pembangunan sarana prasarana olahraga dan kewirausahaan gelanggang olahraga yang dibangun oleh Dirjend Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua. Ia bahkan menyampaikan mimpinya ingin mendorong tim Uncen Fc untuk bisa mengarungi kompetisi yang tak hanya bermain di liga III tetapi bisa naik ke liga II bahkan liga I. Ini tak lepas dari hadirnya fasilitas olahraga yang dibangun dan berstandart nasional.
Sarana yang diserahkan adalah 1 lapangan tenis, 2 lapangan voli, 1 lapangan basket, 1 lapangan futsal, tribun sepakbola yang di dalamnya juga ada ruangan untuk kewirausahaan. Apolo menyampaikan dengan adanya ruang untuk kewirausahaan ini nantinya bisa digarap menjadi kantin atau tempat usaha lain. “Kami berterimakasih karena pihak kementerian melalui balai prasarana permukiman sudah menyelesaikan sejumlah sarana olahraga dengan berstandart nasional dan saya lihat belum diresmikan saja sudah banyak yang pakai. Banyak yang berolahraga kalau sore,” kata Apolo pada acara serah terima di rektorat Uncen, Kamis (1/4).
Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Papua, Dr Corneles Sagrim ST., MT sebagai pihak pertama dan Dr Ir Apolo Safanpo ST., M., MT sebagai pihak kedua. “Saat ini Uncen Fc menjadi tim sepakbola yang menjanjikan. Sudah beberapa kali juara nasional dan berada di liga III. Kami ingin ke depannya bisa naik ke liga II atau bahkan liga I dengan dukungan sarana yang ada saat ini,” jelasnya.
Corneles Sagrim menyampaikan bahwa pekerjaan prasarana olahraga ini digarap 365 hari dengan anggaran Rp 61,9 miliar lebih. Namun diakui pekerjaan ini sempat molor karena pandemi covid 19. Seharusnya sudah bisa selesai pada akhir Desember 2020 namun tertunda hingga April 2021. “Ada banyak kendala mulai dari mencari tenaga kerja yang agak susah karena covid ketika itu penuh pembatasan termasuk jam kerja. Lalu mendatangkan material juga tidak mudah ternyata termasuk soal recofusing anggaran,” beber Corneles Sagrim.
Ditambahkan Kabiro Administrasi Umum dan Keuangan Uncen, Christian Hamadi bahwa perlu anggaran khusus untuk pemeliharaan. “Kami juga tahu dimana – mana membangun itu mudah namun memelihara ini sulit sehingga butuh kebijakan dari rektor. Dari sarpras sangat memungkinkan dan kualitas pemain sangat menjanjikan namun posisi kedua kesatu harus berbicara financial namun ini patut dilakukan,” tambahnya. “Untuk lokasi gelanggang olahraga ini kalau orang dalam atau mahasiswa digunakan bebas gratis namun untuk luar harus ada biaya yang disiapkan namun yang harus disiapkan adalah SOP nya dulu,” tutup Christian. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *