Uji Coba PTM Harus Siap Infrastruktur Dulu

Ketua DPR Puan Maharani (kanan) berbincang dengan Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin saat memimpin Sidang Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (8/3/2021). FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

JAKARTA, Jawa Pos-Pemerintah berencana membuka pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah pada Juli mendatang. Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam melaksanakan kebijakan pendidikan pada masa pandemi.
Puan mengatakan, pemerintah harus mengantisipasi persebaran Covid-19 di sekolah. Pasalnya, muncul klaster sekolah di beberapa daerah yang sudah menguji coba PTM. Prinsipnya, harus mengutamakan keselamatan siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan. ’’Sehingga perlu keseimbangan antara aspek keselamatan dan pembelajaran siswa,” kata Puan kemarin (2/4).
Politikus PDIP itu mengungkapkan, PTM secara terbatas juga harus seizin orang tua murid. Jika ada orang tua yang ingin anaknya tetap menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ), sekolah harus mengakomodasinya sesuai dengan rencana kebijakan pemerintah. ’’Jangan sampai apa yang sudah diputuskan Kemendikbud tidak tersosialisasi dengan baik di lapangan,” ungkap Puan.
Di sisi lain, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai bahwa uji coba PTM yang dilaksanakan pada pertengahan tahun bukanlah waktu yang tepat. Alasannya, persiapan infrastruktur dan protokol kesehatan standar Covid-19 belum memadai.
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyatakan, uji coba PTM terbatas semestinya dilakukan pada bulan ketujuh tahun ini. ’’April-Juni itu waktunya untuk penyiapan, bukan uji coba terbatas,’’ tegasnya.
Menurut dia, seluruh infrastruktur dan prokes sesuai SOP Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di satuan pendidikan harus disiapkan dulu secara paralel. Pihak sekolah harus menjamin segala sarana dan prasarana. Misalnya, ketersediaan air dan sabun yang cukup. Serta, pengawasan ketat agar para siswa-siswinya tidak bergerombol, khususnya saat jam istirahat.
Kesiapan guru, orang tua, dan peserta didik juga perlu diperhatikan. Dia menyatakan, sebelum uji PTM dilaksanakan, sebaiknya para guru dan tenaga kependidikan harus divaksin. Terutama mereka yang usianya lebih dari 45 tahun. ’’Orang tua mesti siap membawakan bekal setiap hari. Dan, anak-anak juga harus siap mandiri dalam menerapkan prokes,’’ ujar Retno. (lum/shf/c7/bay/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *