RSUD Wamena Masih Butuh Program KPS

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr.Willy Mambieuw, SpB. (Denny/Cepos)

WAMENA- Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengakui akibat tak adanya anggaran Kartu Papua Sehat membuat pelayanan kesehatan di Jayawijaya terganggu. Sebab untuk daerah ini, anggaran KPS sangat dibutuhkan karena RSUD Wamena ini sebagai rumah sakit rujukan di Lapago, yang tak hanya merawat warga dari Wamena saja tetapi juga dari kabuapten lain di wilayah Lapago.
Menurut Bupati Jhon, selama ini anggaran untuk KPS ini berjalan dengan baik, namun pada tahun 2020 diintegrasikan dengan BPJS di Provinsi Papua, sehingga anggaran untuk KPS dihentikan.
“Sampai dengan akhir tahun 2020 tak ada anggaran yang dikucurkan untuk KPS dan sampai dengan saat ini belum ada anggaran itu yang dikucurkan ke pemerintah daerah, karena ada rencana akan diintegrasikan lagi ke BPJS,” ungkapnya, Kamis (1/4) kemarin.
Kalau anggaran ini terus diintegrasikan ke BPJS, kata Jhon Banua, pemerintah daerah akan kesulitan. Sebab, RSUD Wamena jadi rujukan di Lapago. Dimana, warga OAP yang berobat itu dari kabupaten pemekaran lainnya, yang menyebabkan pemerintah mengalami kesulitan.Sebab, kalau berobat dengan BPJS Pemda Jayawijaya itu dengan KTP Jayawijaya, kalau masyarakat lain itu KTPnya berbeda.
“Selama ini kita layani mereka dengan menggunakan KPS dari Provinsi Papua.” Ujarnya.
Oleh karena itu, Bupati Jhon mengharapkan KPS ini harus dimunculkan kembali lagi untuk masyarakat dan KPS ini bisa digunakan untuk rujukan sampai di Provinsi. “Tapi kalau di BPJS tak ada rujukan, sehingga kami berharap KPS harus tetap ada dan tak terikat dengan BPJS,”katanya.
Menurutnya meskipun di tahun 2020 tak ada lagi anggaran KPS, namun pemerintah melalui RSUD Wamena masih melayani KPS, meskipun sampai di akhir tahun tak ada anggarannya. Di tahun 2021 ini kemungkinan besar pemerintah akan mengintruksikan kepada RSUD Wamena tak akan lagi melayani KPS.
“Untuk pembiayaan layanan kesehatan APBD kita yang digunakan hanya khusus membiayai masyarakat Jayawijaya, tidak lagi masyarakat dari kabupaten lain, tentu kita sadari akan menyulitkan masyarakat dari kabupaten lain yang dirujuk ke Jayawijaya,”jelasnya
Ditambahkan, khusus untuk pasien dari Kabupaten Lanny Jaya masih tetap diterima dan mendapat pelayanan. Sebab pemerintah disana memiliki Program Lanny Jaya Sehat yang bisa membiayai masyarakatnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Jayawijaya apabila mendapat rujukan dari sana.
“Hanya pasien rujukan dari Kabupaten Lanny Jaya yang bisa diterima, karena mereka memiliki Kartu Lanny Jaya Sehat yang diluncurkan pemerintah daerah di sana,” tutup Bupati Jayawijaya.(jo/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *