Antisipasi Aksi Teror, Katedral Tambah Penerangan dan CCTV

Unit Gegana Penjinak Bom Batalyon D Pelopor Brimob Merauke saat melakukan sterilisasi di salah satu dari 3 gereja sebelum perayaan Tri Hari Suci, pada Kamis (1/3). Sulo/cepos

MERAUKE-Menyikapi aksi teror yang terjadi di depan gereja Katedral Makassar pada Minggu Palma lalu, Gereja Katedral Paroki Santo Fransiskus Merauke juga mengambil langkah-langkah antisipasi.
Ketua Dewan Paroki Katedral Merauke Efrem Fangohoy,. SH, MH, ditemui pada Kamis (1/4), mengungkapkan bahwa dengan situasi dan kondisi yang dihadapi negara saat ini terkait dengan adanya aksi teror, pihaknya telah menyurat kepada Kapolres Merauke untuk meminta bantuan keamanan.
Di samping itu, pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan yang tinggi dengan menambah pencahayaan di lingkungan gereja. Dengan menambah sejumlah lampu yang besar. “Di pintu gerbang, kami pasang lampu besar untuk dapat menerangi areal gereja . Kami juga perbanyak pertugas. Agar umat tidak begitu banyak datang ke gereja, kami melakukan live streaming untuk semua misa. Jadi selama pekan suci, kami live streaming, sehingga umat bisa mengikuti misa dari rumah. Mau ikuti jam 4 sore, jam 7 malam ataupun jam 10 malam dengan menggunakan peralatan yang ada,” terangnya.
Begitu juga CCTV diaktifkan. Bahkan, lanjut Efrem Fangohoy, bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan menambah kamera CCTV menjadi 16-25 kamera. “Rencana kami akan pasang dalam waktu dekat sehingga semua areal bisa terpantau. Mungkin CCTV paling besar yang ada di Merauke saat ini, yang kami punya sekarang, karena kamera ini juga kami gunakan untuk live streaming,” terangnya.
Selain pemasangan kamera tersebut, Efrem Fangohoy menjelaskan bahwa yang penting juga adalah protokol kesehatan. Posisi kursi diatur sedemikian rupa bahkan di setiapm kursi di pasang tulisan untuk kursi tidak digeser atau dipindahkan.
“Ada 2 dokter juga yang memantau langsung penataan kursi-kursi dalam gereja maupun di luar untuk mengantisipasi penyebaran Covid,”’ terangnya.
Untuk keamanan, juga ditambah. Orang Muda Katolik (OMK) ditugaskan untuk menjaga gereja sambil memantau. ‘’Kebetulan kita punya kamera-kamera ini boleh dikatakan canggih, sehingga saya bisa memantau dari rumah atau dimana saya berada lewat HP saya tentang situasi dalam gereja,’’ jelasnya.
Di tengah situasi Covid-19 saat ini, Efrem mengharapkan kepada Umat Katolik Paroki Katedral tetap waspada dan jika memungkinkan tetap berada mengikuti misa dari rumah lewat live streaming. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *