NPC Papua Lebih Dulu Lakukan Klasifikasi

Salah satu atlet atletik NPC Papua, Amond (paling kanan) saat menjalani pemeriksaan klasifikasi dari tim dokter klasifikasi NPC Pusat di Hotel Metta Star, Waena, Kota Jayapura, Senin (29/3). ( FOTO: Erik / Cepos)

JAYAPURA- Untuk memastikan semua atletnya sesuai dengan klasifikasi cabang olahraga yang akan diikuti, National Paralympic Comittee (NPC) Papua sengaja mendatangkan tim dokter klasifikasi dari NPC Pusat untuk memastikan setiap atlet yang sedang menjalani pemusatan latihan benar-benar sesuai dengan standar klasifikasi.

Ketua NPC Papua, H. Jaya Kusuma mengatakan, syarat seorang atlet bisa bertanding harus melalui tahap klasifikasi lebih dahulu.

“Kita melaksanakan klasifikasi kepada semua atlet-atlet kita dari 12 cabang olahraga yang dipertandingkan pada Peparnas XVI nanti,” ungkap H. Jaya Kusuma disela-sela tes klasifikasi atlet NPC Papua di Hotel Meta Star Waena, Senin (29/3).

Menurut Kusuma, tahap pertama, mereka fokuskan bagi atlet yang berada di Kota Jayapura. Setelah itu juga akan dilakukan hal yang sama kepada atlet-atlet NPC Papua yang sedang menjalani pemusatan latihan di luar Papua.

“Kurang lebih 225 sampai 250 atlet yang akan diklasifikasi. Pada hari ini, klasifikasi untuk atlet-atlet yang ada di Kota Jayapura. Ke depannya nanti, kita akan bawa tim dokter untuk mengklasifikasi atlet-atlet yang ada di luar, di antaranya yang ada di Kalimantan, Jakarta, dan Solo. Kita akan bekerjasama dengan tim klasifikasi dari NPC Pusat,” ujar Jaya Kusuma.

Pria yang juga menjabat sebagai Kadistrik Jayapura Selatan itu membeberkan, dari hasil klasifikasi yang telah dilakukan ada beberapa atlet mengalami beberapa perubahan nomor pertandingan.

“Kita lihat tadi ada beberapa perubahan-perubahan terjadi di nomor yang akan diikuti. Mudah-mudahan saja itu tidak mengganggu persiapan atlet kita yang akan bertanding,” ucap Kusuma.

“Jika klasifikasi nomor berubah, maka lawannya nanti juga akan pasti bergeser juga. Saya berharap, semua atlet-atlet yang sudah kita persiapkan ini dapat turun bertanding membela Papua di ajang Peparnas XVI 2021,” pungkasnya.

Sementara itu, tim dokter klasifikasi NPC Pusat, dokter Yanti menuturkan, klasifikasi bertujuan untuk menyamakan tingkat kekurangan setiap atlet sesuai dengan nomor cabang olahraga yang diikuti.

“Klasifikasi ini supaya pertandingannya fair, makanya atlet difabel atau para atlet harus diklasifikasi karena ini bukan olahraga rekreasi. Kami sama dengan atlet yang normal, karena kami sama-sama prestasi,” ucap dr Yanti.

“Memang benar, kami difabel dan kami ada keterbatasan, tetapi lewat klasifikasi maka pertandingan itu akan sesuai antara atlet satu dengan atlet yang lain. Kecacatannya itu akan kita kelompokan, baru mereka boleh bertanding dengan kelompok yang sesuai,” sambungnya.

Menurutnya, klasifikasi awal ini dilakukan supaya Papua sebagai tuan rumah Peparnas XVI, tidak salah pilih atlet. Karena tidak menutup kemungkinan, saat klasifikasi pada saat pelaksanaan Peparnas, kemudian ada atlet yang tidak masuk klasifikasi tentu itu tidak boleh ikut bertanding.

“Jadinya nanti sia-sia, kasihan atlet yang sudah pemusatan latihan tidak bisa bertanding karena klasifikasinya tidak sesuai. Ini merupakan antisipasi sebelum mereka pemusatan latihan, mereka sudah sesuai dengan klasifikasinya,” pungkasnya. (eri/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *