Barometer Toleransi Itu Ada di Tanah Papua

Tokoh Lintas Agama Provinsi Papua dan Ormas Lintas Agama di Tanah Papua usai memberikan keterangan pers, Senin (29/3). ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Pasca ledakan bom yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3), semua orang mengecamnya, termasuk tokoh lintas agama Provinsi Papua dan Ormas Lintas Agama di tanah Papua.

Tokoh awam Gereja Katolik Papua, drg. Aloisius Giyai, Ketua MUI  Papua, KH Syaiful Islam Al Payage, Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Papua H Mansur, Ketua LDII Provinsi  Papua H Syaifullah dan para tokoh lainnya sama-sama mengutuk tindakan tersebut.

Aloisius Giyai meminta umat Muslim yang ada di tanah Papua tetap tenang. Karena barometer toloransi ada di atas tanah Papua. Dimana selama ini masyarakat Papua telah berjalan bersama. Untuk itu, semua gerakan tindakan anarkisme, terorisme bukan menjurus pada oknum agama ajaran tertentu dan harus dilawan bersama.

“Tidak ada menggunakan organisasi atau lebel-lebel agama. Ini adalah kelakukan oknum tertentu yang tidak memahami sesungguhnya hidup iman masing masing,” tegas Aloisius dalam jumpa persnya,Senin (29/3).

Dikatakan, masyarakat sudah lama hidup berdampingan dan bertoleransi rukun serta damai di tanah Papua. Oleh sebab itu, masyarakat jangan mudah terprovokasi. Ia juga meminta kelompok masyarakat untuk mengamankan rangkaian ibadah selama masa Paskah.

“Untuk keamanan di tanah Papua menjelang Paskah, mari kita percayakan kepada pihak keamanan bersama warga. Sebagaimana di gereja kami selalu dijaga oleh kaum organisasi Muslim, dengan begitu bisa merasakan Paskah tahun ini dengan aman tenang tanpa terpengaruh dengan peristiwa ledakan bom di Makassar,” tuturnya.

“Kami para tokoh mencintai  kedamaian yang telah terbangun di atas tanah Papua,” sambungnya.

 Di tempat yang sama, Ketua MUI  Papua KH Syaiful Islam Al Payage mengharapkam semua umat khususnya umat Muslim sama-sama menjaga keamanan ketertiban di tanah Papua.  Selain itu, aparat di tanah Papua bisa membangun komumikasi yang baik dengan para tokoh, Ormas dan masyarakat.

“Masalah keamanan  tidak hanya tugas Polri, melainkan bagaimana masyarakat papua memiliki  kewajiban untuk menjaga keamanan di tanah Papua,” tegasnya.

Al Payage juga meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan kejadian yang terjadi di luar Papua. Papua menurutnya negeri yang menjaga  toleransi antar umat beragama  yang begitu luar biasa di Indonesia. Oleh karena itu kerukunan umat beragama yang sudah terjalin tetap dijaga sampai kapanpun.

“Semua komponen tokoh yang ada di tanah ini baik Muslim, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha, sudah sepakat bahwa tindakan prilaku yang sifatnya teroris kita mengecam dengan keras. Ini  merupakan prilaku yang sangat biadab yang merobek persatuan dan kesatuan umat di Indonesia khsususnya di Papua,” tegasnya.

Ia berharap, ledakan bom yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, merupakan  kejadian yang terakhir kalinya. “Negara harus hadir bahwa paham yang tidak sesuai dengan Kebhinnekaan, Pancasila dan NKRI harus mengambil sikap tegas dan memberikan hukuman agar masyarakat tidak susah ke depannya,” pungkasnya. (fia/nat)

Pernyataan Sikap Tokoh Lintas Antar Agama dan Ormas Lintas Agama di Tanah Papua

1. Menyesalkan dan juga mengutuk keras terhadap terjadinya aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

2. Mengharapkan dengan sangat kepada pihak terkait yaitu kapolri, BNPT, BIN Menkopolhukam, Mendagri dan Panglima TNI agar mengusut tuntas kejadian tersebut dan hasil investigasinya yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme segera diusut tuntas. Karena kejadian ini pada saat umat nasrani sedang memasuki hari raya suci paskah tahun 2021.

3. Mengimbau kepada seluruh umat beragama di papua tidak terprovokasi dan tetap tenang terhadap insiden yang terjadi di Gereja Katedral Makassar.

4. Tokoh Lintas Ormas Agama di papua mengharapkan Kementrian Agama  NKRI agar mengambil tindakan tegas dan pasti terhadap semua paham pahama aliran yang mengarah pada radikalisme dan terorisme yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa atau kerukunan umat beragama di seluruh Indonesia.

5 Mengimbau Kapolda Papua sebagai pemimpin Kepolisian Daerah Papua serta seluruh aparat keamanan yang ada di tanah papua agar menjaga suasana keamanan dan damai menuju paskah di tanah papua.

6. Seluruh masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan di Provinsi Papua dalam kehidupan masyarakat, jika ada  hal hal yang mencurigakan baik itu oknum perorang ataupun kelompok tertentu segera melaporkan , koordinasi dan komunikasi dengan pihak yang berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *